Seperti Apa Sesungguhnya ‘Demokrasi’ Komunis China’

Oleh Matthew Robertson

Kepala Partai Komunis China Hu Jintao berbicara saat sesi pembukaan Kongres Partai Komunis ke-18 yang diadakan di Balai Agung Rakyat pada 8 November, di Beijing, China. Kongres Partai Komunis diselenggarakan dari 8 November – 14 November dan akan menentukan pemimpin Partai berikutnya. (Feng Li/ Getty Images)

Pemikiran bahwa rezim komunis bisa memiliki segala macam proses demokrasi internal meski di permukaan, agak kontradiktif. Tapi yang aneh, pemilihan yang berlangsung di kongres Partai rezim China, berbeda dari yang pernah kita dengar. Ini melibatkan pengawasan politik, studi ideologi paksa, memata-matai, kuota suara yang dialokasikan, dan pengawasan yang ketat secara rutin dilaporkan kepada atasan.

Pada tahun 1987, Cheng Xiaonong ditugaskan memata-matai delegasi dari Provinsi Hubei, untuk Partai Kongres Nasional ke-13. Cheng seorang ekonom sekarang tinggal di Amerika Serikat, ia berada di posisi seorang pembantu Zhao Ziyang. Pada tahun 1itu Deng Xiaoping sudah memasuki pensiun dari pos tertinggi Partai, dan Zhao berhasil menjadi sekretaris jenderal PKC.

“Saya tinggal di hotel bersama-sama para delegasi. Kami makan bersama-sama dan saya bergabung dengan diskusi mereka setiap hari. Pekerjaan saya adalah hanya untuk mendengarkan. Saya tidak perlu bicara, tapi saya harus mengingat setiap wajah dan latar belakang setiap orang,” kata Cheng dalam sebuah wawancara baru-baru ini. “Jika seseorang mengatakan sesuatu tidak disukai Partai, itu seharusnya dilaporkan ke atas.”

Setiap jam 11 malam mobil datang ke hotel untuk menerima laporan tertulis Cheng, yang akan dibawa ke Balai Agung Rakyat, diproses, dan dikompilasi ke dalam laporan. Laporan dicetak pukul 5 pagi dan dikirim ke meja 20-anggota Politbiro jam 7 pagi.
“Deng Rong, anak perempuan Deng Xiaoping, menjelaskan kepada kami,” katanya. Cheng telah dipindahkan dari departemen riset ekonomi dari Kongres Nasional Rakyat, Legislatif PKC.

Ada sekitar 30 delegasi lain dalam pemantauan Cheng, satu dari setiap provinsi di China. Sekarang ada 40 delegasi yang dikirim ke Kongres Nasional PKC, yang diadakan setiap lima tahun. Para delegasi, berjumlah 2.268 (dari 2.270 itu tapi dua meninggal), yang seharusnya mewakili konstituen partai berbagai daerah.

Masing-masing ditugaskan memonitor politik seperti dia, kata Cheng. Para delegasi tinggal di sebuah hotel, terisolasi dari dunia luar. “Tidak seorang pun diizinkan untuk membuat kunjungan dengan teman-teman atau keluarga. Dari hari ke malam, semua kegiatan mereka dipantau, “katanya.

Kongres berlangsung selama seminggu. Setelah pertemuan politik di Balai Agung Rakyat, delegasi akan membawa laporan Partai dan dokumen untuk mereka pelajari saat kembali ke hotel. Seperti pada saat Maois berkuasa di Tiongkok, mereka akan melalui indoktrinasi ideologis, mempelajari terobosan terbaru dari teori Partai Komunis. “Mereka harus membacanya dan mengekspresikan dukungan mereka,” kata Cheng.

Belajar politik komunis Klasik
Seiring dengan pekerjaan ideologis, delegasi diberitahu bagaimana untuk memilih, sering dengan spesifikasi besar. “Kuota dibagikan, dan orang-orang yang ditugaskan pekerjaan yang berbeda. Anda diharapkan untuk memilih Marsekal A, dan kelompok lain yang seharusnya memilih Marshal D. Untuk setiap delegasi kuota suara sangat jelas. ”

Delegasi masing-masing memiliki pemimpin Partai yang secara pribadi bertanggung jawab untuk memastikan delegasinya menyelesaikan tugas mereka dalam pemungutan suara. Lehernya berada dalam jerat jika ada penyimpangan politik di antara para delegasi. Dan Partai memiliki banyak cara untuk menangkap mereka.

“Sejak pertengahan 1980-an peralatan pemungutan suara elektronik telah dipasang. Mesin pemungutan suara juga merupakan mesin pemantauan,” kata Cheng. “Setiap orang ditugaskan untuk duduk, sehingga mesin yang anda pilih juga memantau Anda, dan jika Anda menekan tombol yang salah, Anda berada dalam kesulitan besar.”

Menurut sebuah laporan yang dibuat oleh perusahaan konsultan Practel Inc, langkah-langkah pengawasan semakin canggih seiring berjalannya waktu. Sebuah laporan mengatakan, “Pada bulan Mei 2003, delegasi ke Kongres Partai Komunis China diharuskan memakai lencana RFID sehingga gerakan mereka bisa dilacak dan dicatat.”(Radio-frequency identification/ RFID, pemakaian system nirkabel yang menggunakan frekwensi radio untuk mentransfer data yang di temple atau dilekatkan pada objek).

Itu tidak mungkin untuk menemukan pengawas politik lain yang melakukan tugas yang sama dengan Cheng Xiaonong, tapi laporan kontemporer menunjukkan bahwa praktek-praktek seperti itu masih berjalan, dan mungkin bahkan ditingkatkan.

Sebuah artikel baru-baru ini ditulis oleh pengamat politik Beijing Willy Lam yang mencatat satu perangkat pembatasan yang sama dengan yang dijelaskan oleh Cheng. “Para delegasi diharuskan untuk membaca dokumen Partai dan menghadiri pertemuan dalam batas-batas hotel yang dijaga ketat, mereka tidak seharusnya bertemu keluarga dan teman-teman atau bahkan berbicara di telepon untuk waktu yang lama sehingga mereka tidak membocorkan rahasia negara, menurut percakapan saya dengan delegasi masa lalu.”

Bahkan ada penjaga memantau penjaga. “Di belakang saya, di kamar hotel yang sama, ada pria lain dari Departemen Keamanan Negara. Dia menyamar. Tugasnya adalah untuk mengawasi saya,” kata Cheng. Selanjutnya, “Ke mana pun saya pergi, dia berada di belakang saya. Tugasnya adalah untuk mengetahui apakah saya menyembunyikan beberapa informasi yang seharusnya dilaporkan.”

Dicontohkan, “jika dua delegasi berbicara di kamar kecil dan menjelekkan beberapa pemimpin, saya seharusnya berada di sana dan mendengarkan, dan kemudian kembali ke kamar saya dan menuliskannya. Jika saya tidak melakukan itu, maka dia akan melaporkan saya.” (EpochTimes/man)
http://www.erabaru.net/top-news/36-news1/31952-seperti-apa-sesungguhnya-demokrasi-komunis-china-

Post a comment or leave a trackback: Trackback URL.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: