Seruan Mengakhiri Sistem Kerja Paksa di China

Oleh Li Ping

Tahanan berbaris di bawah pengawalan polisi di penjara Nanjing, 2005. Baru-baru ini ada seruan untuk membongkar sistem kamp kerja paksa di China. (STR / AFP / Getty Images)

Seruan untuk mengakhiri sistem kamp kerja paksa di China datang dari Perdana Menteri Wen Jiabao, menurut sebuah situs berita yang berbasis di Hong Kong. Sebuah artikel Mingjing pada 17 Agustus, mengutip laporan orang dalam atas apa yang dikatakan Wen selama pertemuan antara pejabat tinggi partai komunis China (PKC) di pantai Beidaihe.

Wen mengatakan sistem kerja paksa telah menjadi sistem yang digunakan oleh para pejabat korup untuk melindungi diri mereka sendiri dan menekan orang lain, menurut Mingjing. Sistem ini harus dihapuskan dan tidak dapat ditunda karena alasan apapun, menurut Wen. Dia juga mengatakan Partai harus melindungi rakyat dan tidak melindungi pejabat yang korup.

Ketua PKC Hu Jintao dan calon ketua PKC, Xi Jinping menanggapi Wen dengan mengatakan mereka tidak mendukung maupun menentang, kata laporan Mingjing.

Media resmi komunis baru-baru ini mengecam sistem kamp kerja paksa. Corong rezim Xinhua menerbitkan sebuah editorial pada 11 Agustus mengatakan pejabat tertentu menyalahgunakan sistem kamp kerja paksa, dan Harian Rakyat menerbitkan artikel yang sama pada 16 Agustus.

Penindasan

Sistem gaya Rezim PKC ‘Mereformasi Melalui Kerja Paksa’ (RTL) seolah-olah dimaksudkan untuk merehabilitasi orang-orang yang melakukan kejahatan tidak cukup serius untuk dipenjara.

China National Radio melaporkan bahwa Wang Xixin, seorang profesor dari Fakultas Hukum Universitas Peking, mengatakan kelemahan dari sistem RTL adalah karena kekuatan tuduhan, penyidikan, dan hukuman berkonsentrasi di Biro Keamanan Publik.

Sistem sering menganiaya orang yang tidak bersalah seperti pemohon Tang Hui dari Provinsi Hunan, yang kasusnya memberikan contoh pelanggaran yang dikeluhkan Wen.

Anak perempuan Tang (11) diculik, diperkosa, dan dipaksa melacur enam tahun yang lalu. Kekerasan anak ini menyebabkan penyakit dan mandul dan ibunya berulang kali mencari keadilan atas kejahatan ini.

Dia memprotes hukuman yang diberikan para pelaku, yang membuat Biro Keamanan Umum Lingling, Kota Yongzhou di Provinsi Hunan untuk menangkap Tang dan hukuman menjadi satu tahun dan enam bulan di kamp kerja paksa.

Hukuman tersebut banyak dikecam, dan dikutip sebagai contoh mengapa sistem RTL harus diakhiri. Setelah kemarahan publik, Tang dibebaskan pada 10Agustus.

Penganiayaan
Sistem kerja paksa telah memainkan peran utama dalam 13 tahun penganiayaan PKC terhadap latihan spiritual Falun Gong. Jauh lebih banyak praktisi Falun Gong telah disiksa di kamp kerja paksa daripada di penjara, menurut sebuah laporan organisasi hak asasi manusia yang melacak penganiayaan.

“Sistem kamp kerja paksa yang paling sering digunakan, karena itu produk aneh yang berasal dari rezim otoriter di bawah PKC dan di luar sistem hukumnya,” kata Wang Zhiyuan, direktur Organisasi Dunia untuk Penyelidikan Penganiayaan Falun Gong (WOIPFG ).

Dia mengatakan setidaknya 1 juta pengikut Falun Gong ditahan dalam sistem kerja paksa. Setiap kota dan provinsi memiliki kamp kerja paksa, katanya.

Wang mengatakan orang dikirim ke kamp-kamp tanpa melalui proses hukum. Pengikut Falun Gong yang kemudian mengalami teknik cuci otak untuk menghancurkan keyakinan mereka.

“Dengan kata yang sederhana, itu adalah untuk membuat semangat seseorang mati, dan jika anda tidak mengubah, secara fisik akan menghabisi anda.”

Penulis, Pengacara dan Guru Besar
Zheng Yuanjie, seorang penulis yang menulis buku anak-anak berjudul ‘Raja Peri’, telah memulai jajak pendapat tentang kamp kerja paksa di microblog weibo.com. Sembilan puluh delapan persen dari 19.876 orang memilih untuk menghentikan sistem kerja paksa.

Pengacara hak asasi manusia Wang Cheng dari Hangzhou, Provinsi Zhejiang juga memulai sebuah petisi tentang penghapusan kamp kerja paksa.

“Mereka masih berusaha untuk menjaga hal semacam ini. Saya pribadi berharap untuk menghapuskannya sama sekali. Mengganti sistem kamp kerja paksa dengan komite lain adalah salah jika semua yang dilakukannya untuk melucuti hak asasi manusia rakyat,” katanya kepada radio Sound of Hope.

Yu Jianrong, seorang Guru Besar dan direktur Pusat Studi Masalah Sosial di Institut Pembangunan Pedesaan, Akademi Ilmu Sosial China, telah mempelajari sistem kerja paksa pada tahun 2009.

Dia menemukan bahwa “di beberapa wilayah, sistem cuci otak adalah alat pemerintah daerah untuk membalas dendam atas nama menjaga stabilitas. Ini harus dihapuskan sesegera mungkin.” (EpochTimes/man)
http://www.erabaru.net/top-news/36-news1/31522-seruan-untuk-mengakhiri-sistem-kerja-paksa-di-china-

Post a comment or leave a trackback: Trackback URL.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: