Kunjungan Clinton ke China Dipenuhi Kegagalan

Fajar Nugraha

BEIJING – Pembicaraan antara Menteri Luar Negeri Amerika Serikat (AS) Hillary Clinton dan pemimpin China hari ini, tidak mampu membuahkan gebrakan baru. Keduanya bahkan gagal mempersempit perbedaan kedua negara mengenai krisis di Suriah dan krisis teritorial Laut China Selatan.

Clinton yang selama di Beijing melakukan pertemuan dengan Presiden Hu Jintao dan Menteri Luar Negeri Yang Jiechi, menginginkan agar China menghentikan dukungan kepada rezim Presiden Suriah Bashar al-Assad. Dirinya juga meminta China untuk bersikap lebih fleksibel menghadapi krisis Laut China Selatan.

Tetapi usai pertemuan, Clinton dan Menlu Yang menunjukkan bahwa kedua negara masih tetap memiliki perbedaan dalam isu ini. Meskipun kedua pihak tetap berkomitmen untuk bekerja sama mengatasi perbedaan di antara mereka.

AS dan beberapa negara lainnya merasa kesal dengan sikap China dan Rusia yang terus mengeluarkan veto di Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa (DK PBB), demi memblokir resolusi yang ditujukan untuk memberikan sanksi kepada rezim Assad. China bersikeras perang saudara di Suriah harus diselesaikan dengan negosiasi dan tidak melibatkan tekanan dari asing.

“Saya rasa sejarah akan menilai bagaimana posisi China terhadap konflik yang terjadi di Suriah, merupakan bentuk yang tepat untuk mengatasi masalah ini. Kami lebih mementingkan apa yang menjadi perhatian rakyat Suriah demi perdamaian, stabilitas di sekitar kawasan Timur Tengah,” ujar Menlu Yang, seperti dikutip Associated Press, Rabu (5/9/2012).

Komentar Yang itu menjadi kritikan langsung kepada Clinton, yang sebelumnya menyebut veto China dan Rusia di DK PBB, telah membuat keduanya berada di pihak yang salah. Clinton pun langsung menanggapi komentar Yang dengan menyebutkan, kekerasan di Suriah bisa mempengaruhi negara lain seperti Yordania dan Turki.

“Bukan rahasia lagi bahwa kita kecewa dengan sikap Rusia dan China yang memveto resolusi DK PBB dan kami berharap bisa meneruskan persatuan untuk menghentikan kekerasan di Suriah,” tegas Clinton.

Masalah Laut China Selatan juga turut dibahas dalam pertemuan ini. Clinton selama ini menginginkan China dan negara pengklaim untuk mengadopsi code of conduct (COC), mengenai konflik teritorial tersebut. Clinton pun menginginkan Negara Tirai Bambu itu untuk menahan diri terlibat konflik pribadi dengan negara pengklaim lainnya.

Tetapi China sebelum kedatangan Clinton sudah memperingatkan sikap AS mengenai Laut China Selatan. China menginginkan agar AS tidak turut campur dalam masalah ini. Namun Negeri Panda itu tetap menjaga hubungan kedua negara dalam rangka kerja sama komprehensif.(faj)
http://international.okezone.com/read/2012/09/05/413/685491/kunjungan-clinton-ke-china-dipenuhi-kegagalan

Post a comment or leave a trackback: Trackback URL.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: