Amnesti Internasional: Hentikan Penyiksaan Dua Praktisi Falun Gong


Qin Hailong sebelum penangkapannya. Dia dipukuli dengan tongkat listrik ketika berada dalam tahanan, menurut Amnesty International. (The Epoch Times)

Dua praktisi Falun Gong telah disiksa saat ditahan di sebuah kamp kerja paksa di Kota Harbin, Provinsi Heilongjiang, menurut sebuah seruan darurat yang dikeluarkan Amnesti Internasional, Kamis (22/8). Falun Gong adalah latihan spiritual yang telah dianiaya oleh rezim China sejak tahun 1999.

Wang Xiuqing dan putrinya Qin Hailong dihukum tanpa proses pengadilan hingga 18 bulan kerja paksa pada November tahun lalu. Mereka ditangkap setelah berusaha untuk mencari keadilan hukum atas kematian suaminya, Qin Yueming, yang meninggal pada Februari 2011 setelah dianiaya hampir satu dekade di Penjara Jiamusi, timur laut China.

Tubuh Qin Yueming penuh dengan memar, keluarga mereka yakin bahwa ia mengalami penyiksaan hingga akhirnya meninggal. Namun penjara mengklaim bahwa Qin meninggal akibat serangan jantung, menolak untuk memberi mereka cuplikan rekaman kamera pengintai dari dan sebelum ia meninggal.

Wang dan dua putrinya, Qin Qin Rongqian dan Hailong, berbicara dengan para pejabat menuntut penyelidikan atas kematian Yueming, namun berulang kali ditolak. Pada bulan Mei tahun ini, Qin Rongqian mengedarkan petisi meminta pihak berwenang untuk menyelidiki kematian ayahnya dan melepaskan ibu serta adiknya dari tahanan. Petisi tersebut mengumpulkan 15.000 tanda tangan dan sidik jari dari penduduk di Provinsi Heilongjiang.

Menurut Amnesti Internasional, yang mendasarkan laporannya pada kesaksian dari para mantan tahanan di Kamp Kerja Paksa Qianjin, baik Wang dan Hailong menghadapi penyiksaan. Setelah Rongqian mengunjungi kakaknya pada 3 Agustus, Hailong dipukuli dengan tongkat listrik, ditinju, ditendang, dan dilemparkan ke tanah.

Penyiksaan berlanjut hingga 17 Agustus. Wang mengatakan kepada Amnesti bahwa Hailong disiksa karena ia menolak untuk menandatangani dokumen meninggalkan keyakinanya. Qin Hailong mengatakan kepada kakaknya bahwa ia mengalami penganiayaan aktif oleh Huo Shuping dan Wu Baoyun, yang merupakan kepala dan wakil kepala Brigade kamp Nomor Dua.

Pada 18 Agustus, Qin Rongqian mengunjungi kamp untuk melihat ibu dan adiknya. Pejabat awalnya menolak untuk mengijinkan Rongqian menjenguk Hailong adiknya, namun akhirnya diizinkan setelah Rongqian bertahan. Rongqian mengatakan bahwa ia melihat memar pada tubuh Hailong akibat setruman listrik. Hailong juga memiliki kesulitan berjalan dan berdiri, serta memegang daerah pinggang dengan lengan menahan sakit.

Amnesti Internasional mendesak setiap orang agar menyerukan kepada otoritas China untuk segera melepaskan Wang dan Hailong serta memastikan bahwa mereka tidak disiksa di kamp kerja paksa. (EpochTimes/man)
http://www.erabaru.net/top-news/36-news1/31453-amnesti-internasional-hentikan-penyiksaan-dua-praktisi-falun-gong-

Post a comment or leave a trackback: Trackback URL.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: