Membunuh, Istri Petinggi China Divonis Mati

Padahal sang suami calon orang kuat di Partai Komunis China.

VIVAnews – Gu Kailai, istri politisi China Bo Xilai, divonis hukuman mati oleh pengadilan karena terbukti membunuh Neil Heywood, seorang pengusaha asal Inggris. Kasus ini ramai diberitakan media massa dan disebut sebagai sidang pengadilan yang paling menghebohkan dalam kurun 30 tahun terakhir.

Keluarga korban alias pengusaha dari Inggris itu terlihat puas dengan keputusan itu. “Kami hargai keputusan hari ini,” kata He Zhengsheng, pengacara keluarga korban seperti dikutip dari laman Aljazeera, Senin 20 Agustus 2012.

Dengan keputusan itu, Gu akan menghabisi sisa hidupnya dipenjara. Dia memang tidak langsung dipidana mati sebab atas desakan Inggris pengadilan mengacu pada asas internasional tentang hak asasi manusia. Tapi para hakim memberi catatan, asas itu akan berlaku, jika selama dua tahun ke depan Gu tidak melakukan pelanggaran pidana lagi.

Pemerintah Inggris menyambut baik keputusan itu. Berterimakasih kepada otoritas China yang sudah menginvestigasi kasus ini secara serius dan bekerja keras. “Kami apresiasi karena otoritas China menginvestigasi kematian Neil Heywood dan berupaya mengidentifikasi pelaku sebagai rasa tanggung jawab,” demikian isi pernyataan Kedutaan Besar Inggris di Beijing.

Inggris juga menekankan kepada China bahwa pengadilan atas kasus tersebut harus dilaksanakan berdasarkan asas internasional yang menghargai hak asasi manusia. Itulah sebabnya mengapa pidana mati tidak diterapkan.

Dalam sidang sebelumnya, Gu mengaku bahwa dia meracuni Heywood lantaran terlibat sengketa bisnis. Dan sengketa bisnis, kata Gu, sudah merembet ke keselamatan keluarganya. Heywood, begitu dia mengaku di muka sidang, sempat mengancam anaknya.

Kasus Pembunuhan Hebohkan China

Skandal pembunuhan ini menghancurkan karir suami Gu, Bo Xilai, yang pernah dipandang sebagai pesaing untuk memperebutkan kursi pemimpin Partai China Komunis berikutnya.

Bo Xilai pun terdepak dari anggota Politbiro Partai Komunis China, yang merupakan posisi elit dalam kancah politik di negeri tirai bambu itu.

Bagi sebagian warga China, pengadilan atas Gu merupakan bagian dari tekanan atas Bo Xilai. Dipandang sebagai pengikut Komunis garis keras, Bo tadinya diramalkan sebagai salah satu pemimpin China di masa depan.

Setelah berkali-kali menjabat sebagai menteri dan pejabat tinggi di pemerintahan pusat, Bo tampil sebagai Sekretaris Partai Komunis di Kota Chongqing. Bo bahkan digadang-gadang naik jabatan sebagai anggota Komite Tetap Politbiro Partai Komunis China, yang akan berkongres akhir 2012.

Hanya beranggotakan sembilan orang, Komite Tetap merupakan kumpulan elit politik tertinggi di Tiongkok. Beberapa anggotanya menduduki jabatan tinggi di pemerintahan – seperti presiden, wakil presiden, perdana menteri, ketua parlemen, dan lain-lain.

Namun karir politik Bo yang cemerlang itu tersungkur secara drastis sejak awal tahun ini. Dia dipecat dari Politbiro Partai setelah seorang pejabat polisi di Kota Chongqing ketahuan ingin minta suaka politik di Konsulat AS, sehingga membuat malu para petinggi partai.

Bo kian terpukul setelah istrinya, Gu Kailai, terlibat dalam pembunuhan Neil Heywood di Chongqing pada 2011. Masalah beruntun itu memaksa Bo menepi dari pusar politik negeri itu.
http://dunia.news.viva.co.id/news/read/345337-membunuh–istri-bo-xilai-divonis-mati

Post a comment or leave a trackback: Trackback URL.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: