Upaya Bo Xilai Memaksa Kepemimpinan Baru PKC Menindas Falun Gong


Bo Xilai di Balai Agung Rakyat, Beijing (13/3). Sebelum karir politiknya lenyap, Bo telah merencanakan putaran utama penganiayaan terhadap praktisi Falun Gong sebagai sarana memperkuat posisinya di partai. (Lintao Zhang /Getty Images)

Faksi partai komunis China pimpinan Jiang Zemin telah lama mencari cara untuk memastikan bahwa penganiayaan terhadap Falun Gong akan terus berlanjut.

Menurut seseorang yang akrab dengan cara kerja di dalam lingkungan partai penguasa, penyingkiran mantan elit partai kelas berat, Bo Xilai dan segera pensiunnya kaisar keamanan domestik , Zhou Yongkang mulai awal tahun 2011 dimasukkan ke dalam rencana aksi yang dimaksudkan untuk melakukan hal itu.

Menurut sumber di Beijing, Rencana Badai II bertujuan untuk mengintensifkan penganiayaan terhadap Falun Gong. Wilayah sasaran pertama adalah di provinsi timur laut, Heilongjiang dan di beberapa provinsi sekitar Beijing.

Heilongjiang dimaksudkan sebagai ajang pengujian, di mana partai akan meningkatkan upaya untuk “mengubah” para praktisi Falun Gong sebelum akhir masa jabatan mereka. Transformasi adalah proses jiwa yang menyayat serta memaksa seseorang untuk mengutuk keyakinannya sendiri dan menyatakan kesetiaan pada doktrin-doktrin partai komunis.

Bo dan Zhou memilih Provinsi Hebei sebagai bagian karena kepala partai provinsi saat itu, Zhang Yunchan, erat dengan Zeng Qinghong, seorang anggota terkemuka dari faksi Jiang Zemin yang bertanggungjawab atas penganiayaan.

Dengan kedok melindungi Kongres Partai ke-18 mendatang, Bo dan Zhou berharap dapat meningkatkan penganiayaan terhadap Falun Gong.

Pada Kongres Partai ke-18, yang direncanakan Oktober ini, kepemimpinan partai baru akan dipilih, dengan Xi Jinping sebagai kepala partai dan Li Keqiang perdana menteri berikutnya.

Badai II bertujuan untuk mempengaruhi Xi dan Li serta mempermalukan kepala partai saat ini, Hu Jintao dan Perdana Menteri Wen Jiabao, menurut sumber.

“Rencana ini dibentuk pada awal 2011 ketika Bo Xilai sedang dalam posisi sangat kuat,” kata sumber di Beijing. “Rencana itu seharusnya dilakukan pada bulan Februari dan digunakan selama satu tahun untuk memulai kembali serangan terhadap Falun Gong.

“Ini tidak hanya dapat memaksa Xi Jinping dan Li Keqiang bekerja dengan Bo Xilai setelah Kongres ke-18 dan membiayai penganiayaan lanjutan dari Falun Gong, penindasan meningkat juga dapat digunakan untuk menyalahkan Hu dan Wen atas kesalahan sengaja mereka menurunkan tingkat penindasan setelah Oktober 2005 saat sesi pleno kelima PKC pada Kongres ke-16. ”

Pada tahun 2005, serangan propaganda terhadap Falun Gong sangat berkurang, menghapus kasus penganiayaan rezim dari laporan media harian.

Menghindari tanggungjawab

Komentator Liu Xiao menulis dalam The Epoch Times, Maret lalu menjelaskan motivasi menggiring Bo Xilai, Zhou Yongkang dan seluruh faksi Jiang Zemin karena mereka memikirkan suksesi kekuasaan mendatang.

Liu Xiao mengatakan, “Sudah jelas bahwa penganiayaan terhadap Falun Gong adalah masalah inti yang PKC tidak bisa hindari.”

“Karena partisipasi aktif mereka dalam penganiayaan Falun Gong, Wang Lijun, Bo Xilai, Zhou Yongkang, Li Changchun, Jia Qinglin, dan Luo Gan terikat bersama dalam faksi Jiang Zemin.”

“Dalam rangka untuk melanjutkan penganiayaan dan menghindari tanggung jawab atas kejahatan mereka setelah pensiun, Zhou Yongkang dan orang lain dalam faksi Jiang berharap untuk membawa Bo Xilai sama bersalahnya bersama sembilan anggota Komite Tetap Politbiro,” tulis Liu.

Ketika mantan kepala polisi dan antek Bo, Wang Lijun melarikan diri ke Konsulat AS Chongqing di Chengdu pada 6 Februari, upaya untuk merangkul Bo ke Komite Tetap meledak untuk selamanya, memicu urutan peristiwa yang menyebabkan Bo dibersihkan.

Tapi rencana Badai II disusun dengan asumsi bahwa Bo akan terus menjadi pemain utama dalam PKC. Dengan melibatkan Xi dan Li dalam penganiayaan lanjutan, Bo akan menjamin bahwa dia dan anggota lain dari faksi Jiang akan menghindari tanggung jawab atas kejahatan yang dilakukan terhadap praktisi Falun Gong.

Transformasi bumerang

Di Heilongjiang, di mana rencana itu dijalankan, hal-hal tidak berjalan seperti yang direncanakan, orang-orang China menentang skenario Bo dan Zhou, menurut sumber.

Pada 26 Februari 2011, upaya untuk mengubah praktisi Falun Gong Qin Yueming, yang hukumannya masih tersisia satu tahun dari masa 10-tahun hukuman penjara, berakhir dengan kematian karena penyiksaan di Penjara Jiamsu, Heilongjiang.

Qin (47), pemilik usaha kecil dari Kota Yichun di Helongjiang, meninggalkan istri dan dua putri.

Setelah kematian Qin, istrinya Wang Xiuqing dan putrinya Qin Rongqian serta Qin Hailong menuntut kompensasi atas kematian tidak wajar Qin. Pada 13 November 2011, Wang dan putrinya Qin Hailong ditangkap dan dikirim ke Kamp Kerja Paksa Qianjing di Harbin.

Anak perempuan lebih tua, Qin Rongqian, kemudian turun ke jalan meminta masyarakat untuk menandatangani petisi mencari ganti rugi atas penderitaan yang diderita oleh keluarganya. Dengan bantuan keluarga, teman, dan orang asing baik hati, dalam setengah bulan dia telah mengumpulkan lebih dari 15.000 tanda tangan bersama dengan cap jempol ditempelkan dengan lilin merah (cara tradisional China sungguh-sungguh menulis nama seseorang untuk dokumen).

Menurut sumber itu, para pemimpin PKC di Beijing terkejut ketika mereka melihat salinan tanda tangan itu. (EpochTimes/man)
http://erabaru.net/china-news-a-culture/44-china-update/31302-upaya-bo-xilai-memaksa-kepemimpinan-baru-pkc-menindas-falun-gong

Post a comment or leave a trackback: Trackback URL.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s