Protes Meningkat di Chongqing

Oleh Tang Min

Protes skala besar terhadap korupsi pejabat lokal terus berlanjut di Chongqing selama seminggu terakhir, menambah ketidakstabilan lingkungan politik megacity barat daya China sejak tersingkirnya mantan kepala partai Bo Xilai awal tahun ini.

Pada 7 Juni Polisi membubarkan lebih dari 20.000 penduduk setempat setelah terjadi bentrokan di sekitar jalan raya Dayou di kota Shuanqiao. Lebih dari 700 pengunjuk rasa terluka dan seorang wanita hamil dilaporkan dipukuli sampai mati, menurut Jaringan Radio sound of hope.

Protes dikatakan atas keputusan Bo Xilai untuk menggabungkan dua kabupaten kotamadya menjadi satu saat ia masih berkuasa. Warga mengatakan langkah itu telah berdampak negatif terhadap ekonomi, memaksa perusahaan untuk memotong tunjangan para pekerja.

Warga terpaksa protes di jalanan, yang mereka sebut keluar untuk ‘berjalan-jalan’ ini telah menjadi semakin populer di Kabupaten Wansheng, di mana orang akan ‘berjalan-jalan’ di Lapangan Ziru baik siang dan malam.

Sejak akhir Mei, puluhan ribu warga Wansheng telah keluar untuk menunjukkan ketidaksetujuan mereka terhadap keputusan pejabat lokal untuk menggabungkan daerah mereka dengan wilayah Qijiang.

Polisi bertindak keras membubarkan kerumunan massa pada 7 Juni yang hanya memicu lebih banyak protes.

Pada 11 Juni, polisi membawa para demonstran yang ditangkap dan terluka ke lokasi yang dirahasiakan.

Sejumlah toko di distrik Wansheng ditutup, dan pemilik bisnis bergabung dengan para pengunjuk rasa. Pemerintah setempat kemudian menakut-nakuti pemilik bisnis dengan ancaman, menurut Voice of America.

Hoang Qi, yang mengelola 4Tianwang, situs HAM pertama China, mengatakan, “China telah mengalami banyak protes dalam beberapa hari terakhir, tetapi demonstrasi Wansheng adalah yang terbesar dan telah mempertahankan diri terlama setidaknya dalam satu dekade.”

Qi merekomendasikan bahwa para pejabat lokal harus membiarkan warga membuat pilihan atas penggabungan kabupaten.

Selama unjuk rasa baru-baru ini di dekat Pengadilan Negeri Wansheng, orang-orang meneriakkan slogan-slogan yang menyerukan pemecatan walikota Chongqing saat ini Huang Qifan dan mengembalikan kabupaten Wansheng.

Polisi berpakaian preman dan berseragam dengan tongkat kemudian mengerumuni para pengunjuk rasa dan menembakkan gas air mata.

Warga di wilayah Shuangqiao terdekat turun bersama warga Wansheng, sebagian untuk menunjukkan solidaritas mereka dan sebagian karena takut distrik mereka mungkin digabungkan dengan Dazu, menurut penduduk Shuangqiao, Mr. Wu.

Wu mengatakan, polisi memukuli beberapa pengunjuk rasa yang berasal dari wilayahnya. Pemerintah tidak menanggapi banding masyarakat [terhadap penggabungan wilayah], sebaliknya para demonstran ditindas dengan kekerasan. “Beberapa orang tewas dan terluka,” kata Wu.

Penghilangan

Menurut sebuah sumber, para pengunjuk rasa yang terluka yang dirawat di Rumah Sakit Rakyat di wilayah Wansheng tidak lagi ada disana. Staf rumah sakit mengatakan mereka dibawa pergi oleh polisi di malam hari dari 10 Juni dan 11 Juni.

Sumber lain mengatakan polisi menangkap ribuan pengunjuk rasa di beberapa hari terakhir sebagai bagian dari tindakan penumpasan. Mereka juga dibawa ke sebuah tempat yang dirahasiakan pada hari Senin.

Ms. Gao, seorang wanita setempat, kata salah satu kerabatnya hilang, dan dia diberitahu bahwa dia ditangkap. Gao mengatakan ia khawatir tentang kerabatnya dipukuli atau disiksa atau bahwa ia dapat menghilang tanpa pengadilan atau proses hukum.

Mr. Yang, seorang pria dari Wansheng mengatakan kepada Epoch Times bahwa orang-orang khawatir bahwa ada informan polisi berpakaian preman di antara para pemrotes dan bahwa mereka dapat menyebar rumor mengadu demonstran terhadap satu sama lain untuk memicu kekacauan.

Ms. Gao mengatakan bahwa beberapa polisi tidak akan menyerang para pengunjuk rasa, karena itu beberapa pejabat tinggi menyewa tahanan kamp kerja paksa mengenakan seragam polisi di Wansheng pekan lalu. Beberapa dari mereka memiliki tato penjara, kata Gao. (EpochTimes/man)

Post a comment or leave a trackback: Trackback URL.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: