Protes Ribuan Masa Terkait Kematian Misterius Aktivis China

Oleh Wu Xuer, Li Zhen, Liang Lusi & Lin Yi

Lebih dari 25.000 masa berkumpul di depan kantor penghubung rezim China di Hong Kong pada Minggu (10/6), menuntut Beijing agar menyelidiki kematian Li Wangyang, seorang aktivis yang dipenjara lebih dari 20 tahun karena aktivitasnya atas hak-hak para pekerja.

Para peserta aksi mengalungkan bunga hitam yang disiapkan untuk mengenang kematian Li. Para peserta aksi mulai mendekat Pedder Street, melewati Queen’s Road Central, Queen’s Road West, dan akhirnya tiba di kantor penghubung rezim China. Sepanjang jalan, banyak warga Hong Kong mengikuti aksi ini. Di depan kantor, mereka menyanyikan lagu-lagu berkabung dan membaca pernyataan yang mendesak rezim untuk menyelidiki kematian misterius Li.

Li Wangyang ditemukan tewas, yang terlihat seolah-olah gantung diri pada 6 Juni lalu. Tiga hari kemudian mayatnya dikremasi oleh pemerintah Kota Shaoyang, Provinsi Hunan tanpa memberitahu keluarganya. Beberapa hari sebelum kematiannya, Li diwawancarai oleh televisi i-Cabel, Hong Kong, di mana ia mengungkapkan penderitaan penganiayaan dan bertekad melanjutkan untuk memperjuangkan hak-hak asasi manusia di China. Para aktivis menduga pemerintahlah yang merekayasa bunuh diri Li karena keterangannya tersebut. Keadaan kesehatan Li sangat buruk sebelum kematiannya. Keluarga Li mempertanyakan mungkinkah dengan kondisi lemah ia dari ranjang rumah sakit dan menggantung diri dekat jendela.

“Dia hanyalah salah satu orang China yang berbicara untuk demokrasi. Jika saya tidak berdiri, orang berikutnya mungkin saya,” kata salah seorang pengunjuk rasa, A-Hai (24). “Jika kita tidak melakukan sesuatu, maka kebenaran akan benar-benar dikuburkan.”

Li Wangyang adalah seorang pekerja pabrik kaca pada tahun 1989 ketika gerakan pro-demokrasi nasional pecah. Li kemudian mendirikan sebuah serikat buruh, dan secara terbuka menyatakan berduka atas korban pembantaian Lapangan Tiananmen. Atas aksinya ini, Li didakwa dengan “kejahatan kontra revolusioner” dan dihukum 13 tahun penjara. Setelah dibebaskan pada tahun 2000, ia kembali berteriak melawan rezim China dan dijatuhi hukuman 10 tahun pada tahun 2001. Ketika dia dibebaskan tahun lalu, dia sudah buta dan tuli akibat penyiksaan.

“Kami benar-benar merasa bahwa Li telah mengalami banyak penderitaan dalam 20-30 tahun terakhir dan ia tidak mungkin bunuh diri, jika dia bunuh diri, maka pemerintah daerah harus mengijinkan otopsi yang transparan, tidak memihak, dan terbuka,” kata peserta dalam aksi protes, Minggu (10/6).

Dalam akun tweeternya, aktivis Guo Baoluo menunjuk pada tiga pejabat Kota Zhaoyang yang ia pikir harus bertanggung jawab atas kematian Li. Guo menyebut nama Li Xiaokui, kepala Biro Keamanan Umum di Zhaoyang; Zhao Luxiang, kepala Tim Keamanan Nasional di bawah Biro Keamanan Umum, dan Zhou Benshun, sekretaris Komite Urusan Politik dan Legislatif, penduduk asli kota Zhaoyang. Komite Urusan Politik dan Legislatif bertanggung jawab untuk menekan para aktivis. Zhao Luxiang terlibat dalam menekan demonstran selama gerakan demokrasi pada1989 dan secara pribadi mengawasi hukuman Li.

Shi Zangshan, seorang ahli politik China yang berada di Washington, DC, mengatakan di tengah perjuangan internal yang ketat di antara para pucuk pimpinan Partai Komunis, ada persaingan sengit tentang siapa yang akan memiliki nama baik dalam gerakan mahasiswa 1989.

“Karena tidak seorangpun pemimpin puncak yang memprakarsai tindakan brutal berada dalam kekuasaan. Deng Xiaoping sudah mati, Jiang Zemin sudah keluar — Zhou Yongkang dan Zeng Qinghong harus memaksa menghadapi pemulihan nama baik,” kata Shi. (EpochTimes/suk)
http://www.erabaru.net/top-news/38-news3/30699-protes-ribuan-masa-terkait-kematian-misterius-aktivis-china

Post a comment or leave a trackback: Trackback URL.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: