Kunjungan Xi Jinping ke AS, Diprotes

Oleh: Gisela Sommer & Ma Youzhi

Tidak kurang dua ratusan pengunjuk rasa menunggu Xi Jinping di Los Angeles pada 16 dan 17 Februari, aksi protes terbesar selama lima hari kunjungannya ke AS.Warga Tibet meneriakkan slogan-slogan mengecam pelanggaran HAM oleh aparat China di Tibet, sementara para praktisi Falun Gong mengadakan aksi damai terus menerus selama 30 jam di dekat JW Marriot di Olympic Blvd. dimana Xi menginap.

Dr. Jason Lu, seorang Scientist Asisten Proyek di UC (University of California) San Diego yang juga seorang praktisi Falun Gong, bergabung dengan pengunjuk rasa di Los Angeles pada Jumat (17/2). “Selama siang hari, kami bermeditasi dan memegang spanduk. Kami mencoba untuk mengirimkan pesan terhadap Xi dan rakyatnya untuk menghentikan penganiayaan terhadap praktisi Falun Gong di China,” katanya.

Mahasiswa Mundur dari PKC
Sebuah “Penyambutan” sekelompok mahasiswa China yang diatur oleh Konsulat China juga tiba. Beberapa dari mereka mengambil kesempatan berkenalan dengan para praktisi Falun Gong.

Sebuah kartu pengenal diberikan oleh Konsulat China kepada siswa yang mengatakan bahwa mereka dibayar 200 dolar AS per hari untuk menyambut Xi Jinping di Los Angeles. Kartu pengenal itu berbunyi: ‘warga Tionghoa Los Angeles menyambut Wakil Perdana menteri dalam kunjungannya ke LA. (Disponsori oleh) penyelenggara perjamuan malam.’ (The Epoch Times)

Mereka mengatakan kepada Epoch Times bahwa mereka dibayar 200 dolar AS per hari, atau 600 dolar AS untuk tiga hari, oleh Konsulat China. Tanda pengenalnya juga berlaku untuk tanda masuk gratis pada penjamuan, kata mereka.

Ternyata Konsulat juga mengirim pendamping untuk mengawasi siswa, seorang wanita berusia 40-an, yang mengidentifikasi dirinya sebagai “guru mereka,” dan berusaha mencegah siswa berinteraksi dengan praktisi Falun Gong. Tapi tak satu pun dari para siswa menaruh perhatian, mengatakan mereka tidak mengenalnya.

Lusinan siswa memutuskan untuk mundur di tempat dari Partai Komunis China (PKC) atau afiliasi organisasi-organisasi pemuda, mencantumkan nama mereka di formulir mundur dari partai. Setelah itu beberapa juga menolak makanan gratis yang disediakan oleh Konsulat.

Seorang mahasiswa, berbagi pemikirannya tentang kejadian-kejadian terakhir di Chongqing, mengatakan ia tidak ingin kembali ke China, apapun seseorang ingin capai disana memiliki risiko tinggi yang melekat padanya.

“Jika Anda melakukan bisnis, Anda mungkin akan ditipu. Jika Anda berada dalam politik, itu bahkan lebih berbahaya, karena Anda mungkin akan terbunuh, seperti Wen Qiang [mantan kepala Biro Yudisial Chongqing] dibunuh oleh Wang Lijun [kepala polisi yang melarikan diri ke Konsulat AS]. Atau Anda mungkin disingkirkan setelah diperalat, seperti apa yang terjadi pada Wang Lijun,” kata siswa.

“Saya tidak ingin untuk kembali ke China lagi, tolong bantu saya keluar dari Liga Pemuda Komunis,” tambahnya.

Tidak semua orang dengan bendera merah mau bekerjasama, tetapi hasil keseluruhan protes itu sangat bagus, kata Lu, dan mereka bahkan mampu menjelaskan fakta-fakta tentang penganiayaan kepada polisi.

“Pada awalnya, beberapa orang China dengan bendera merah mencoba berdiri di depan kami dan menggunakan bendera mereka untuk memblokir spanduk-spanduk kami, namun polisi memaksa mereka untuk berdiri di dalam daerah tertentu,” katanya.

Berhadapan Langsung
Para pejabat China bepergian ke luar negeri umumnya berusaha keras agar tidak tertangkap lewat kamera oleh kelompok pemegang spanduk, slogan-teriakan demonstran. Mereka dikenal menyelinap ke ruang pertemuan melalui pintu belakang, mengambil menit terakhir rute perjalanan alternatif, atau bersembunyi di ruang tunggu bandara berjam-jam.

Hari terakhir Xi di Los Angeles termasuk menonton pertandingan NBA di Staple Center 17 Februari. Sekitar 15 menit sebelum pertandingan berakhir, Xi dan pengawalnya meninggalkan stadion. Praktisi Falun Gong sedang menunggunya di tempat parkir dengan spanduk besar bertuliskan “Falun Dafa,” nama lain untuk kelompok spiritual Falun Gong.

Staple Center hanya dua blok dari JW Marriot. Kami disana sampai pukul 10 malam ketika Xi berangkat ke bandara LA,” kata Lu.

Jarak antara van hitam Xi dan para pengunjuk rasa Falun Gong hanya 10 sampai 12 kaki, sehingga mereka mulai berteriak dalam bahasa China: “Falun Dafa baik! Berhenti menganiaya Falun Gong! Bawa pencetusnya Jiang Zemin, Luo Gan, Zhou Yongkang, Bo Xilai ke pengadilan!”

Setelah iring-iringan mobil Xi telah lewat sekitar 30 kaki, tiba-tiba berhenti selama sekitar tiga menit, untuk beberapa alasan yang tidak diketahui, sedangkan praktisi Falun Gong terus meneriakkan, “Falun Dafa baik, hentikan penganiayaan!”

Seorang pejalan kaki China berkomentar: “semua orang di Staple Center bisa mendengar teriakan Falun Gong! Mereka benar-benar memiliki energi yang kuat! beberapa hari ini, mereka telah memprotes dengan diam bermeditasi dan menampilkan spanduk-spanduk mereka. Siapa yang mengira suara mereka dapat menggetarkan gunung dan bumi! Saya ingin tahu apa yang Xi Jinping pikirkan selama tiga menit di dalam mobilnya.”

Pada 13 Februari Pusat Informasi Falun Dafa (FDIC) berbasis New York menerbitkan daftar sepuluh fakta kunci tentang China menjelang Xi Jinping mengunjungi Amerika Serikat, dan mendesak para pejabat AS untuk tidak tinggal diam dalam menghadapi anggota Kongres telah menyerukan “salah satu penganiayaan yang paling tidak adil dan terkejam di zaman ini.”

Artikel FDIC mengatakan: “Partai Komunis China terlibat dalam kampanye, berlangsung secara sistematis untuk membasmi Falun Gong melalui propaganda, pemenjaraan, penyiksaan pemaksaan. Sejak 20 Juli 1999, lebih dari 100 juta praktisi Falun Gong di China telah beresiko konstan penahanan, penyiksaan, dan kematian karena identitas kepercayaan mereka. Saat ini, pelanggaran hukum dan kebrutalan perlakuan Partai terhadap rakyat yang berlatih Falun Gong tetap mengejutkan. Skala besar penculikan, penahanan di kamp-kamp konsentrasi, penyiksaan ekstrim, pemerkosaan, pelecehan jiwa, dan pembunuhan ekstra yudisial terhadap praktisi Falun Gong terus berlasung.”

FDIC juga mengatakan, “Praktisi Falun Gong adalah kelompok terbesar dari tahanan hati nurani di dunia, berjumlah ratusan ribu pada waktu tertentu,” dan “rata-rata sekali setiap tiga hari, dilaporkan kasus baru dari seorang praktisi Falun Gong meninggal karena penyiksaan dan penganiayaan.”

Laporan itu juga mengatakan, “Pada tahun 2009, Xi Jinping ditugaskan untuk menangani ‘proyek 6521’ untuk menindak Falun Gong, Tibet, dan aktivis demokrasi selama ulang tahun peristiwa politik yang sensitif.”

Praktisi Falun Gong telah mengajukan lebih dari seratus tuntutan hukum di berbagai negara terhadap sejumlah pejabat tinggi China, termasuk Bo Xilai, karena keterlibatan mereka dalam penganiayaan. (EpochTimes/man)

http://www.erabaru.net/china-news-a-culture/44-china-update/29563-xi-jinping-berdekatan-dengan-falun-gong

Post a comment or leave a trackback: Trackback URL.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: