Pertikaian Mematahkan Rezim Komunis China

Oleh: Matthew Little

Bo Xilai


China sedang dalam genggaman pertikaian di antara para pemimpin partai komunis yang bisa tumpah mengancam ke arah perjuangan publik yang tak pernah terlihat dalam satu generasi.

Kesenjangan semakin sengit di antara faksi-faksi yang bertarung mencapai level baru pekan ini ketika sekutu kunci salah satu kader partai paling agresif digelandang kembali ke Beijing oleh pejabat tinggi untuk penyelidikan.

Kader ini, anggota Politbiro Bo Xilai, telah meluncurkan kampanye agresif melawan kejahatan terorganisir secara paralel dengan kampanye untuk mengobarkan kembali semangat komunis Maois.

Kampanye tersebut, biasanya hanya dicetuskan oleh pemimpin partai, secara luas dipandang sebagai upaya untuk membalikkan popularitas politik Bo yang menurun dan mengamankan tempatnya di Komite Tetap Politbiro, yaitu sembilan anggota elit yang mengontrol Partai Komunis China (PKC). Pada Kongres Nasional ke-18 Partai akhir tahun ini, ketua baru PKC akan dipilih dan keanggotaan Komite Tetap akan di reshuffle.

Namun upaya Bo terlihat sangat diremehkan setelah orang kepercayaannya, Wang Lijun (52) diselidiki atas korupsi oleh pemerintah pusat dan secara luas dikabarkan akan menjual Bo, bos lamanya, dalam upaya untuk menyelamatkan dirinya.

Pengetahuan Tentang Pelanggaran dan Pejabat Korup Memberi Amunisi yang Cukup pada Wang

Wang Lijun adalah urutan pertama dari tujuh wakil walikota dan polisi tertinggi di Biro Keamanan Umum Chongqing sampai 2 Februari ketika ia dibebaskan dari tugas polisi dan diturunkan ke peringkat ketujuh wakil walikota bertanggung jawab untuk pendidikan. Penurunan pangkatnya berhubungan dengan penyelidikan korupsi oleh saingan politik yang lebih tinggi.

Tetapi kejatuhan Wang menjadi dramatis ketika ia melarikan diri ke Kota Chengdu sekitar 170 mil atau 270 km jauhnya dan bersembunyi di Konsulat AS dan sekitar 70 mobil polisi dari Chongqing mengurung gedung konsulat.

Wang kemudian menyerah kepada pihak berwenang Beijing, meningkatkan rumor bahwa perpecahannya dari Bo telah menempatkan hidupnya dalam bahaya.

Berita di kalangan para blogger China dan dari sumber tidak resmi – sejauh ini memiliki kebenaran atas peristiwa sensasional yang berlangsung. Wang bersiap menjual Bo setelah Bo mulai menangkapi semua kroni Wang, tiga diantaranya dilaporkan meninggal.

Sejarah Kotor Bo dan Wang
Hanya sedikit bisa dibicarakan tentang Bo dengan kekuasaan yang sama dengan Wang Lijun. Bo telah mempertahankan Wang pada beberapa kedudukan dan lebih dari satu kampanye berdarah.

Keduanya menjadi terkenal dengan bersemangat mematuhi tindakan keras mantan pemimpin komunis China Jiang Zemin terhadap Falun Gong. Wang, khususnya, telah dikaitkan dengan laporan pengambilan organ paksa, sementara Bo mendorong pejabat di bawah pengawasannya berbuat kejahatan yang paling mengerikan terhadap pengikut Falun Gong, termasuk menelanjangi 18 pengikut perempuan dan menjebloskan kedalam sel penjara pria.

Pengetahuan tentang pelanggaran dan korupsi pejabat memberi amunisi yang cukup pada Wang terhadap Bo.

Bo dicabut dari jabatannya sebagai menteri perdagangan setelah dia mencoba untuk mendapatkan tempat di Komite Tetap pada Kongres Nasional ke-17 pada tahun 2007.
Kejatuhannya adalah sebagian besar disebabkan oleh kematian ayahnya yang berpengaruh hanya beberapa bulan sebelumnya, tetapi juga karena Perdana Menteri Wen Jiabao berpendapat Bo telah menarik terlalu banyak perhatian internasional dalam penganiayaan Falun Gong, harus tunduk kepada lebih dari selusin tuntutan hukum di seluruh dunia, menurut kabel diplomatic 2007 yang dirilis WikiLeaks dari konsulat jenderal AS di Shanghai.

Bo diturunkan untuk memerintah provinsi kota Chongqing sebagai sekretaris Partai pada Konggres.

Kabel juga mengungkapkan benih-benih perjuangan yang sekarang sedang dimainkan . Ditulis bahwa untuk menurunkan jabatan Bo, Hu Jintao bisa mendapatkan sekutu sendiri, Wang Yang, Sekretaris Partai Chongqing sebelumnya, keluar dari bahaya tantangan pesaing yang dihadapi Chongqing.

Wang Yang ditempatkan relatif aman dan keunggulan Provinsi Guangdong, juga sebagai sekretaris Partai. Langkah itu dipandang sebagai promosi, lebih baik posisi Wang Yang untuk celah di Komite Tetap. Wang Yang dan Bo sering dilihat sebagai pesaing lawan di kalangan generasi mendatang pemimpin Partai yang berlomba-lomba untuk mendapat jabatan di Komite Tetap.

Menekan Lawan Melalui Korupsi
Wang Lijun memimpin serangan atas perintah Bo pada kejahatan terorganisir di Chongqing dan mengawasi ribuan penangkapan dan ratusan dihukum penjara. Para mafia ditangkap, begitu juga pengusaha dan pejabat yang bertugas di bawah saingan Bo, Wang Yang.

Dengan menargetkan pejabat bawahan Wang Yang, Bo memantapkan posisinya di Chongqing dan merusak kredibilitas Wang Yang dengan mengaitkannya dengan tokoh kriminal dan secara implisit menunjukkan bahwa dia korup atau toleran terhadap korupsi.

Kampanye besar-besaran ‘anti-Mafia’ dari Bo melawan kejahatan terorganisir, Wang Lijun memainkan peran kunci dalam serangan Bo terhadap saingan politiknya.

Wang Lijun telah mengeksekusi Wen Qiang, mantan kepala Biro Yudisial kota Chongqing di bawah Wang Yang.

Tetapi Wen Qiang juga merupakan sekutu utama pendahulunya sendiri Wang Yang di Chongqing, He Guoqiang, yang sekarang di Komite Tetap dan mengepalai Komisi Pusat untuk Inspeksi Disiplin (CCDI), posisi tertinggi untuk menindak para pejabat korup. CCDI inilah yang sekarang menyelidiki Wang Lijun.
Tetapi korupsi hanyalah kedok yang digunakan untuk mengejar rival politik, catatan lain kabel diplomatik AS yang dipublikasikan oleh WikiLeaks

“Korupsi begitu meluas di antara para pemimpin provinsi senior bahwa pertimbangan politik adalah sarana utama untuk mengidentifikasi target untuk penyelidikan,” mencatat sumber di kabel WikiLeaks, merangkum pandangan populer di kalangan orang yang memberitahu Konsulat AS Guangzhou dari Mei 2009.

Sarung Tangan yang Lepas
Semacam perjanjian berani dan penekanan pada stabilitas politik telah membuat pertikaian seminimal mungkin tetapi dalam beberapa tahun terakhir telah aus menipis.

Pertikaian nyaris membuka perjuangan di Kongres Partai ke-5 tahun lalu, catatan kabel diplomatik AS 2007. Ini upaya rincian oleh Hu Jintao untuk mengesampingkan sekutu mantan pemimpin Jiang Zemin yang mempertahankan pengaruh di Komite Tetap.

“Pertikaian semakin ‘menjadi’ dan hampir kestatus ‘perjuangan terbuka,'” kata sumber di kabel yang berasal di Konsulat Shanghai sebelum Kongres.

Menjelang kongres ke-18, sepertinya perjuangan semakin ditingkatkan. Jika itu terjadi, itu tanda tidak baik bagi upaya putus asa Partai untuk mempromosikan stabilitas di China.

Bo tidak ada sekutu dengan Hu Jintao, dan tantangannya yang semakin berani terhadap wewenang pimpinan partai termasuk mengerahkan kekuatan militer ketika Hu di Hawaii pada KTT APEC November lalu.

Latihan ini ditafsirkan sebagai sikap yang mengatakan Bo mendapat dukungan dari militer dan bisa meluncurkan kudeta.

Bo mengulangi pesan itu, lebih halus, setelah kisah perjuangan saat ini pecah, membuat perjalanan inspeksi ke Provinsi Yunnan pekan lalu untuk mengunjungi PLA Grup 14 Angkatan Darat di Kunming, ibukota Yunnan, yang didirikan oleh ayahnya, Bo Yibo.

Sementara partai menghadapi ketidakstabilan dari dalam, juga menghadapi angka protes dan kerusuhan yang belum pernah terjadi di seluruh Negeri. Situasi negara adalah “sangat, sangat sulit,” menurut Duta Besar AS untuk China Gary Locke dalam sebuah wawancara. (EpochTimes/man)
http://www.erabaru.net/china-news-a-culture/44-china-update/29541-pertikaian-mematahkan-rezim-komunis-china

Post a comment or leave a trackback: Trackback URL.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: