Profesi Ganda Jurnalis ‘Merah’ China

Oleh Matthew Little

Profesi ganda jurnalis China di satu sisi terlibat dalam pelaporan berita, di sisi lain mengumpulkan informasi untuk Departemen Keamanan Negara sebagai mata-mata. (ET)

Jurnalisme adalah sebuah konsep yang sangat berbeda di negara dimana kebebasan berbicara ditindas dengan kuat dan propaganda berperan utama dalam surat kabar dan penyiaran domestik.

China, menempati peringkat teratas dunia dimana para jurnalis dipenjara, outlet media utama, termasuk Xinhua News Agency, diciptakan untuk melayani penguasa Partai Komunis China (PKC) dalam kapasitas apa pun.

Ding Ke, mantan reporter untuk Guangming Daily, surat kabar milik negara China, mengungkapkan beberapa kapasitas mereka kepada Epoch Times pada tahun 2005 ketika ia berbagi pengalamannya sebagai seorang koresponden asing yang ditempatkan di Washington, DC. Sekarang ia tinggal di Amerika Serikat, Ding mengatakan propesi jurnalisnya adalah untuk menutupi pekerjaanya sabagai mata-mata.

“Di satu sisi saya terlibat dalam pelaporan berita, di sisi lain saya mengumpulkan informasi untuk Departemen Keamanan Negara,” katanya.

“Kami diminta untuk menghubungi kelompok orang yang berbeda untuk mengorek informasi yang berguna, terutama di kalangan hampir 30 juta orang Tionghoa perantauan.”

Ding mengatakan bahwa setelah lulus dari Beijing Language Institute di tahun 1980, ia ditugaskan pada Badan Investigasi Pusat (kemudian bernama Departemen Keamanan Nasional) untuk pelatihan satu bulan. Kemudian ia dikirim untuk bekerja di The Daily dan untuk “mempersiapkan diri mengumpulkan data intelijen untuk masa mendatang.”

“Pada saat itu, kami diminta untuk belajar bagaimana mengumpulkan data intelijen yang berguna dari orang-orang yang berhubungan dengan kami.”

Ding mengatakan bahwa untuk pengumpulan data intelijen penting untuk berteman dengan segala macam orang dan membangun hubungan jangka panjang, dan ketika kondisi memungkinkan aliran informasi intelijen akan mudah untuk didapatkan.

Mata-mata lainnya bekerja sebagai diplomat, analis ekonomi, atau dalam organisasi budaya, katanya.

Pada suatu waktu, Xinhua hampir identik dengan PKC di beberapa bagian dunia, dan posisi teratas Xinhua dipegang oleh petinggi kader Partai.

Xu Jiatun adalah kepala Xinhua News Agency di Hong Kong 1983-1990 dan sekretaris Kerja Komite Partai Komunis China untuk Hong Kong dan Makau.

Ia meninggalkan China setelah pembantaian di Lapangan Tiananmen dan mengungkapkan pada tahun 2010 bagaimana Xinhua adalah wakil peran Partai di Hong Kong selama tahun 1980-an ketika itu masih merupakan koloni Inggris. Xu menghabiskan sepertiga waktunya di China dan sepertiganya untuk menjamu makan dan minum tokoh-tokoh penting di Hong Kong, kadang-kadang, untuk jamuan 5-6 jenis makanan berbeda setiap harinya.

Penerus Xu, Zhou Nan, adalah Wakil Departemen Menteri Luar Negeri.

Xu mengatakan bahwa pada tahun 1980-an, wartawan Xinhua di Hong Kong tidak diperbolehkan berkeliaran berjalan sendirian dan mereka diisolasi dari dunia luar untuk menjaga dari cemaran kapitalisme.

Universitas Komunikasi China (CUC) baru-baru ini menerbitkan sebuah laporan di situsnya tentang bagaimana rezim kmunis China menyiapkan siswa untuk karir di luar negeri pada cabang utama lembaga media China.

Dalam artikel, berjudul “Membuat China Bersuara Keras Bagi Dunia: Laporan Bagaimana CUC Melatih Otak untuk Persiapan,” rincian ritual penting universitas dilakukan sebelum memulai magang lulusan luar negeri mereka.

Artikel ini menggambarkan para siswa dibawa ke Yan’an, tempat kelahiran PKC, untuk membuat sumpah bagi Partai.

“Pada tepat pukul tiga sore 14 Juli para perwakilan mahasiswa dari Universitas Tsinghua dan Universitas Komunikasi China berdiri di puncak Qingliang Kota Yan’an. Bermandikan hujan gerimis, mereka mengepalkan tinju mereka dan membuat sumpah: “Untuk melanjutkan dan meningkatkan tradisi yang baik dari jurnalisme Partai, memegang bendera merah dan mempertimbangkan seluruh keadaan … berusaha yang terbaik untuk memuaskan dan melayani Partai dan orang-orang kita sebagai seorang jurnalis.”

Artikel ini mencatat bahwa para siswa ini ditetapkan untuk magang di biro luar negeri Xinhua, CCTV, China Daily, dan China News Service. (EpochTimes/man)
(Sumber: Erabaru.net, Sabtu, 24 September 2011)

Post a comment or leave a trackback: Trackback URL.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: