Xinjiang China Bergolak

Oleh: David Eimer

Tentara China berbaris di belakang bendera merah di dekat masjid pusat di Kashgar di wilayah Xinjiang (Foto: AFP / GETTY IMAGES)

Setidaknya 15 orang tewas dalam kekerasan akhir pekan di provinsi Xinjiang, China barat meningkakan  kekhawatiran bahwa ketegangan antara minoritas etnis suku asli Muslim Uighur dan suku mayoritas Han China akan meledak lagi.

Tiga orang, termasuk seorang polisi, tewas ketika sebuah bom meledak di Kashgar di bagian barat Xinjiang pada hari Minggu (31/7) sore. Empat tersangka Uighur dilaporkan oleh media pemerintah China telah ditembak mati oleh polisi menyusul ledakan. Malam sebelumnya, delapan orang meninggal di kota yang sama setelah sebuah truk dibajak oleh dua orang Uighur dan dilarikan ke kerumunan pejalan kaki, yang kemudian diserang dengan pisau oleh pembajak.  Uighur dipengasingan mengklaim bahwa Kashgar sekarang di bawah darurat militer.

Ledakan bom hari Minggu terjadi di 4:30 sore waktu setempat di pusat kota Kashgar.

Setidaknya tiga orang diketahui  tewas dalam ledakan, dan sepuluh luka-luka. Empat tersangka telah ditangkap. Serangan Sabtu malam itu didahului oleh dua ledakan, satu di sebuah minibus diparkir dan satu di pasar makanan, kata media pemerintah, dua warga Uighur mencuri truk menunggu di lampu lalu lintas tepat sebelum tengah malam. Setelah membunuh sopirnya, dua orang kemudian mengemudikan truk ke kerumunan orang, sebelum melompat keluar dan menusuk mereka secara acak.

Salah satu penyerang dipukuli sampai tewas oleh orang banyak, yang lain ditangkap. Saksi-saksi insiden Sabtu menggambarkan adegan kekacauan dan pembantaian.

“Ada teriakan dan darah di mana-mana,” kata Yang Hongmei, seorang pekerja di kantor manajemen dari komplek  apartemen dimana truk menabrak kerumunan pejalan kaki. Manajernya Nyonya Yang terbunuh setelah mencoba untuk melawan salah seorang penyerang. 28 orang terluka dan dibawa ke rumah sakit.

Kekerasan di Kashgar terjadi kurang dari dua minggu setelah 18 orang tewas di Hotan di selatan Xinjiang, yang pemerintah China gambarkan sebagai serangan teroris di sebuah stasiun polisi oleh ekstrimis Uighur. 14 dari yang tewas adalah suku Uighur dan Beijing mengatakan bahwa beberapa penyerang memiliki hubungan dengan Gerakan Islam Turkestan Timur, sebuah organisasi perlawanan teroris gelap untuk sebuah negara merdeka Uighur yang mereka sebut Turkestan Timur.

Dari  warga Uighur di pengasingan yang berbasis di Kongres Dunia Munich (WUC) mengatakan bahwa Kashgar, ibukota spiritual dari orang Uighur berbahasa Turki, kini telah dikurung oleh polisi dan tentara.

“Seluruh kota Kashgar di bawah darurat militer dan pihak berwenang telah menangkap sedikitnya 100 warga Uighur,” kata juru bicara Kongres. Beijing menyalahkan WUC dan presidennya Rebiya Kadeer karena menghasut kerusuhan mematikan pada bulan Juli 2009 kerusuhan di Urumqi di mana hampir 200 orang tewas.

Itu adalah kekerasan etnis terburuk di China selama dua dekade.

Banyak warga Uighur membenci masuknya imigran China Han ke Xinjiang, yang kini berjumlah 40% dari populasi, dengan mengatakan mereka mendominasi ekonomi lokal. Sementara Beijing telah peningkatan jumlah uang ke wilayah tersebut sejak kejadian 2009 dalam upaya meningkatkan standar hidup Uighur, pengangguran di antara mereka tetap tinggi dan sedikit orang dipekerjakan oleh perusahaan yang dikelola negara untuk mengeksploitasi deposit kaya minyak, gas alam, batubara dan mineral Xinjiang.

Kebebasan menjalankan ibadah dibatasi, dimana mereka yang di bawah 18 tahun dilarang pergi ke masjid dan semua imam  ditunjuk oleh negara, juga telah memicu ketegangan antara Uighur dan Han,  pemerintah mendesak bahwa semua anak Uighur harus bersekolah dengan suku Han di mana pelajaran yang diajarkan hanya dalam bahasa Mandarin. Xinjiang dengan Afghanistan dan Pakistan keduanya berbatasan, Beijing takut tentang kemungkinan mendasar Islam menyebar ke daerah itu, yang sumber daya alamnya semakin penting bagi perekonomian China. (paragraph/man)

(Sumber: Erabaru.net, 1 Agustus 2011)

http://www.erabaru.net/top-news/36-news1/27359-xinjiang-china-bergolak

 

Post a comment or leave a trackback: Trackback URL.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: