People’s Daily China Terbitkan Seruan Toleransi

Oleh Heng He

PEMIKIRAN HETEROGEN: Kelompok pendukung hak asasi  manusia melakukan protes di daerah perbelanjaan ramai dengan seseorang duduk di dalam ‘penjara,’ meminta dilepaskannya artis dari daratan Ai Weiwei di Hong Kong pada 22 April. (Mike Clarke/AFP/Getty Images)

Di tengah upaya panjang selama beberapa bulan untuk menekan ekspresi independen, People’s Daily dalam sebuah komentar menyerukan untuk lebih toleransi terhadap ide-ide yang berbeda. Artikel 28 April itu telah secara alami menimbulkan sensasi di China dan telah dipublikasikan dan diumumkan kembali oleh bebarapa surat kabar dan website resmi.

Salah seorang pengamat mengatakan bahwa ia tidak pernah melihat People’s Daily menerbitkan artikel seperti ini untuk 20 tahun – ini akan menjadi acuan bagi lima hari di mana kebebasan berbicara hampir diperbolehkan di People’s Daily sebelum tank-tank meluncur ke Lapangan Tiananmen pada 4 Juni 1989.

Sikap hati-hati di balik komentar ini layak diamati.

Siapa Di balik Artikel ini?

Judul artikel yang dipublikasikan People’s Daily tidak memiliki subjek: “Mengenai Mentalitas Sosial dari Mentolerir Pemikiran Heterogen.” Selain itu, artikel itu sendiri, kecuali satu kalimat, tidak mengatakan siapa yang harus toleran.

Sebagian besar media resmi yang menerbitkan artikel itu menggunakan judul “Penguasa Harus Mentolerir Pemikiran Heterogen,” yang setidaknya sedikit lebih jelas. Tapi siapa yang ada di balik seruan toleransi ini adalah sama sekali tidak jelas.

Artikel ini ditandatangani oleh “Departemen Komentari People’s Daily.” Harian Rakyat adalah salah satu dari dua surat kabar yang secara langsung dimiliki oleh Komite Central PKC. Satunya lagi adalah Harian Guangming, yang sekarang lebih menfokuskan pada pencapaian akademis.

People’s Daily memiliki sejarah panjang dalam mewakili suara partai komunis, meskipun tandatangan dari artikel-artikel penting berubah dari waktu ke waktu. Selama Revolusi Kebudayaan, ketika keputusan dan kebijakan yang dibuat oleh Mao atau anak buahnya, Grup Pemimpin Revolusi Kebudayaan, artikel untuk merefleksikan kebijakan itu selalu ditandai sebagai “Editorial dari Dua Koran dan Satu Jurnal,” nama singkat bagi People’s Daily, PLA Daily, dan Red Flag Journal.

Pada tahun 1999 dan tahun-tahun awal penganiayaan Falun Gong, nama yang paling biasa menandatangani artikel-artikel yang menyerang Falun Gong adalah “Komentator Khusus People’s Daily.”

Di satu sisi, tanda tangan yang digunakan pada artikel penyeruan toleransi ini meninggalkan ketidakjelasan apakah itu mewakili sudut pandang dari para pemimpin atas Partai, seperti Politbiro atau Komite Tetap.

Di sisi lain, kita bisa hampir yakin bahwa Departemen Komentari tidak bisa mengeluarkan ide sendiri atas artikel ini. Ide itu pasti datang dari tingkat atas, sebuah kelompok kuat atau bahkan seorang pemimpin kuat.

Pemikiran Heterogen

Ungkapan “pemikiran heterogen” tidak umum digunakan dalam literatur China. Hal ini mengacu pada ide-ide yang tidak termasuk dalam ideologi utama.

Tentu saja, di China hari ini, ideologi utama adalah ideologi partai komunis China. Pertanyaannya adalah, apakah ideologi Partai itu? Menurut doktrin resmi, ideologi Partai terdiri dari pemikiran Marxisme, Leninisme, Mao Zedong, teori Deng Xiaoping, tiga waki Jiang Zemin, dan konsep pengembangan ilmiah Hu Jintao.

Namun, ideologi yang berbeda ini adalah tidak sama, dan kadang-kadang mereka bahkan saling bertentangan satu sama lain. Mereka sendiri adalah “pemikiran heterogen.” Secara teoritis, tidak ada cara untuk mengetahui apa saja ide-ide berbeda yang membentuk ideologi utama, dan jika ada ideologi utama, pemikiran apakah yang membedakannya?

Permasalahan “pemikiran heterogen” adalah bukan tentang apa pemikiran itu, tapi siapa yang melakukan pemikiran. Jika pemerintah memiliki pilihan untuk toleransi, mereka pasti memiliki pilihan untuk tidak toleransi. Selama kekuasaan untuk membuat keputusan berada di tangan para pejabat, tidak ada gunanya membahas toleransi.

Baru-baru ini, banyak aktivis, termasuk seniman terkenal Ai Weiwei, telah mengalami penghilangan paksa, penahanan, atau pelecehan karena pemikiran yang berbeda. Siapa yang ada di balik semua pelanggaran ini?

Para pengambil keputusan bisa jadi para teoritisi Partai atau Polisi Keamanan Domestik terkenal. Melihat situasi saat ini, pembuat keputusan pastilah polisi: Otot melakukan pekerjaan otak.

Ada sebuah kisah nyata yang dapat menjelaskan situasi dengan sangat baik. Polisi menemukan seorang petani mendistribusikan brosur. Mereka menemukan kata-kata di dalam brosur itu bersifat menyerang dan memutuskan untuk menahan petani itu.

Petani itu menjelaskan bahwa ia hanya membagikan salinan dari Konstitusi China. Nah, polisi tidak tahu apa yang telah dikatakan di dalam Konstitusi, sehingga mereka mencari sebuah salinan untuk membuat perbandingan. Ternyata semuanya persis sama.
Kata Ajaib ‘Tetapi’

Untuk menunjukkan harus ada toleransi yang lebih besar, artikel itu mengutip kata-kata Mao, Deng, dan para pemimpin sekarang bahwa para pemimpin Partai harus membiarkan orang lain berbicara dengan bebas. Ironisnya, mereka yang dikutip justru adalah orang-orang yang mendirikan sistem untuk membungkam orang-orang.

Pada tahun 1957, Mao mendorong para intelektual untuk membuat saran atau bahkan kritikan terhadap Partai, dan kemudian menumpas mereka yang berbicara. Mao menyebutnya “membujuk ular keluar dari lubangnya.”

Penghilangan paksa Ai Weiwei tidak ada hubungannya dengan kejahatan ekonomi, seperti yang sekarang yang diklaim oleh Partai. Itu hanya karena ia telah berbicara dengan cara-cara yang tidak disukai Partai. Dalam sejarah Partai, tidak pernah mentolerir pembicaraan benar dan kritikan terhadap Partai – dan tidak akan pernah mentolerir pidato seperti itu.

Meskipun sebagian besar artikel membicarakan tentang bagaimana penguasa harus mentolerir ide, suara, dan pemikiran berbeda, hal itu membuat pengecualian, dengan menggunakan kata “tetapi.” Artikel itu berkata: “Kritik-kritik bisa saja benar atau salah, dan kritikan bahkan bisa saja terdengar ekstrim. Tapi selama itu keluar dengan niat baik, tanpa melanggar hukum dan peraturan, tanpa merusak ketertiban umum dan kepentingan umum, itu harus ditangani dengan toleransi, tidak diperlakukan sebagai konfrontasi.”

Karena niat baik hanyalah perasaan subjektif dari para penguasa atau  pejabat yang telah dikritik, kami belum melihat adanya kritikan yang mereka anggap telah diucapkan keluar dengan “niat baik,” dan kami juga tidak berharap untuk melihatnya dalam waktu dekat.

Adapun bagi hukum dan peraturan, para pejabat telah menciptakan tuduhan “fitnahan terhadap pemerintah” yang akan digunakan untuk melawan mereka yang berani mengkritik para pejabat rezim. Karena kekuatan interpretasi ada di dalam tangan orang-orang yang dikritik, selama ini kritikan tidak mempunyai banyak kesempatan selama “tetapi” ini menempatkan batas bagi toleransi.

Siapa Yang Membela

Penulis artikel menyoroti salah satu kalimat untuk menekankan pentingnya. Kalimat itu mengatakan, “Saya mungkin tidak setuju dengan apa yang kamu tulis, tapi aku akan membela sampai mati hak kamu untuk mengatakannya.”

Kutipan terkenal ini yang biasanya dihubungkan dengan Voltaire tapi sebenarnya ditulis oleh Evelyn Beatrice Hall dalam menyimpulkan pemikiran Voltaire, adalah yang paling tidak tepat untuk digunakan dalam situasi seperti ini.

Orang yang perlu dibela adalah sedang dibungkam oleh pihak yang lebih kuat, baik itu pemerintah atau, sebelumnya gereja. Di China, para pejabat adalah orang-orang yang membungkam. Mereka tidak perlu melakukan pembelaan terhadap tindakan-tindakan lain, belum lagi “membela sampai mati.”

Ketika berhadapan dengan kritik, seharusnya reaksi terbaik bagi pihak berwenang adalah tidak melakukan apa-apa. Sayangnya, kita hampir tidak pernah, atau sama sekali belum pernah melihat pemerintah tidak melakukan apa-apa dalam menghadapi kritikan.

Dalam beberapa bulan terakhir, dunia telah menyaksikan kerusakan yang cepat dari situasi hak asasi manusia yang sudah menyedihkan. Hal ini membuat artikel People’s Daily menjadi lebih menarik. Ada pepatah China kuno: mencegah kue untuk mencegah kelaparan.

Siapa pun yang menggambar kue di dalam artikel ini tidaklah ingin memberikan harapan terlalu tinggi kepada orang-orang. Itu sebabnya artikel ini hanya muncul di halaman 14 dari edisi cetak People’s Daily dan tidak ditampilkan sebagai sebuah editorial atau artikel oleh komentator khusus.  (EpochTimes/khl)

(Sumber: Erabaru.net, Sabtu, 14 May 2011)

http://www.erabaru.net/top-news/36-news1/26204-peoples-daily-china-tenerbitkan-seruan-toleransi

Post a comment or leave a trackback: Trackback URL.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: