Rp 68,6 Triliun untuk Infrastruktur

Jakarta, Kompas – Perdana Menteri China Wen Jiabao menyampaikan komitmen Pemerintah China dengan mendukung pagu pendanaan pembangunan infrastruktur dan industri di Indonesia sebesar 8 miliar dollar Amerika Serikat (sekitar Rp 68,6 triliun). Pemerintah China juga memberikan kredit lunak sebesar 1 miliar dollar AS (sekitar Rp 8,6 triliun).

Wen Jiabao menyatakan komitmen itu dalam pertemuan bilateral dengan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono di Istana Merdeka, Jakarta, Jumat (29/4). Wen Jiabao tiba di Istana Merdeka pukul 15.00 dan langsung disambut Presiden Yudhoyono serta sejumlah menteri dengan upacara kenegaraan.

Bersama Wen Jiabao, tercatat ada 35 anggota delegasi China, di antaranya Menteri Luar Negeri Yang Jiechi, Menteri Pembangunan Nasional dan Komisi Reformasi Zhang Ping, Menteri Perdagangan Chen Deming, Menteri Perencanaan Kebijakan Dalam Negeri Xie Fuzhan, serta Duta Besar China untuk RI Zhang Qiyue. Delegasi tersebut belum termasuk entitas bisnis yang menyertai PM Wen Jiabao dan akan bertemu pebisnis Indonesia, Sabtu ini.

PM Wen Jiabao lebih lanjut menyatakan, di bidang perdagangan, kedua pihak sepakat mengupayakan keseimbangan yang saling menguntungkan serta meningkatkan volume perdagangan hingga 80 miliar dollar AS (sekitar Rp 685,9 triliun) hingga 2014.

PM Wen Jiabao juga menyatakan komitmen pihak swasta China untuk membuat kesepakatan komersial senilai 10 miliar dollar AS (sekitar Rp 85,74 triliun) dengan pihak swasta Indonesia.

Kesepakatan yang tak kalah penting dalam pertemuan dua kepala pemerintahan itu adalah pendirian komisi kerja sama maritim dan yayasan kerja sama maritim. Pemerintah China akan menyediakan dana operasional sebesar 1 miliar yuan (sekitar Rp 1,3 triliun) bagi kerja sama pengamanan maritim, perlindungan lingkungan laut, eksplorasi sumber daya laut, dan eksplorasi antariksa.

”Kami sangat puas dengan hasil pertemuan ini. Saya ingin menegaskan, China menaruh perhatian yang besar terhadap kedudukan dan peranan penting Indonesia dalam kancah internasional,” ujar Wen Jiabao.

PM Wen Jiabao mengakui, hubungan kedua negara juga mengalami berbagai ujian serius dalam pancaroba situasi internasional. Meski demikian ia berharap, China dan Indonesia tetap menghargai persahabatan dan kerja sama yang mendorong kemitraan strategis kedua negara.

ASEAN-China
Dalam ranah hubungan kerja sama regional ASEAN-China, PM Wen Jiabao menilai Indonesia memainkan peranan yang penting. Tahun ini genap 20 tahun hubungan dialog ASEAN-China dan bertepatan dengan masa Indonesia menjabat Ketua ASEAN. China bersedia memperkuat koordinasi dengan Indonesia dalam kepemimpinan dan kerja sama Asia Timur serta mendorong kerja sama kawasan demi perdamaian dan kemakmuran bersama.

Presiden Yudhoyono juga menjelaskan, Indonesia dan China sepakat untuk meningkatkan kerja sama ekonomi, terutama bidang investasi dan perdagangan.

Ada tiga agenda kerja sama yang diusulkan Yudhoyono dalam pembicaraan dengan PM Wen Jiabao. Agenda pertama adalah kerja sama baik bilateral maupun regional, dalam arti ASEAN dengan China, dalam upaya mengatasi gejolak harga pangan dan energi dunia. Agenda kedua ialah ajakan kepada China untuk ikut serta dalam pembangunan infrastruktur, listrik, energi bersih dan terbarukan, serta manufaktur di enam koridor di seluruh Indonesia. Agenda ketiga adalah peningkatan kerja sama di bidang penanggulangan bencana, baik di China maupun Indonesia.

Di luar Istana Merdeka, kunjungan PM China Wen Jiabao telah dinantikan kalangan usaha, terutama untuk menyelesaikan ketimpangan perdagangan bebas ASEAN-China.

Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri Indonesia Suryo Bambang Sulisto mengatakan, pihaknya akan diberi kesempatan bertatap muka dengan PM Wen Jiabao, Sabtu ini.

”Kami berharap kesempatan tersebut bisa dimanfaatkan untuk menanyakan beberapa hal soal ketimpangan perdagangan RI-China,” kata Suryo.
Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Indonesia Sofjan Wanandi mengatakan, agar perdagangan berjalan seimbang, China harus banyak berinvestasi di sektor manufaktur di Indonesia.
(WHY/ATO/ENY)
(Sumber: Kompas, Sabtu, 30 April 2011)

Post a comment or leave a trackback: Trackback URL.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: