China Agresif Berinvestasi

Sejumlah eksekutif dari perusahaan China berdiskusi dengan Redaksi Kompas di Jakarta, Rabu (20/4). Eksekutif perusahaan milik negara dan swasta China tersebut menyatakan tetap berkomitmen menanamkan modal di Indonesia di sejumlah sektor. (Foto: KOMPAS/ HERU SRI KUMORO)

Jakarta, Kompas – Perusahaan China, baik berupa perusahaan milik negara maupun perusahaan swasta, agresif berinvestasi di Indonesia. Mereka berinvestasi dalam sektor energi, kontraktor, perbankan, perkebunan, dan telekomunikasi.

Demikian penuturan sejumlah eksekutif perusahaan China di Indonesia saat berkunjung ke Kompas, Rabu (20/4). China yang memiliki kemampuan teknologi dan modal melihat potensi investasi yang besar di Indonesia.

Presiden Direktur PT Bajradaya Sentranusa Li Hongquan mengatakan, pihaknya telah menyelesaikan proyek Pembangkit Listrik Tenaga Air Asahan I. Kini mereka tengah menggarap dua pembangkit listrik tenaga uap berbahan bakar batu bara di Padang, Sumatera Barat dan Bali. Semua proyek ini milik PT PLN.

Kepala Perwakilan Sinohydro Corporation Limited Yu Zhong mengatakan, perusahaannya kini berupaya menyelesaikan Bendungan Jatigede di Sumedang. Bendungan milik Kementerian Pekerjaan Umum ini selain untuk pengairan, juga untuk pembangkit listrik.

Menurut Yu, Sinohydro sudah 15 tahun di Indonesia dan banyak mengembangkan proyek di Indonesia bekerja sama dengan Waskita Karya, Adi Karya, Wijaya Karya, dan Pembangunan Perumahan. ”Kami mengembangkan proyek dengan mitra lokal dengan prinsip saling menguntungkan. Mitra kami sangat bisa diandalkan,” ujar Yu.

Duta Besar China untuk Indonesia Zhang Qiyue di Bandung, Jawa Barat, pekan lalu, menegaskan, hingga akhir tahun 2010 tercatat sudah lebih dari 1.000 perusahaan China yang mendaftarkan diri ke Indonesia.

Dari jumlah itu, diperkirakan ada perusahaan yang datang dengan proyek senilai 9,7 miliar dollar AS, dan juga ada yang berbentuk penanaman modal langsung 2,9 miliar dollar AS.

Zhang menepis anggapan bahwa Perjanjian Perdagangan Bebas ASEAN-China (ACFTA) bakal melemahkan negara atau menyerang sektor ekonomi kecil di Indonesia. ACFTA justru menjadi pintu munculnya berbagai kesempatan bagi dua negara.

Menurut Zhang, ACFTA tidak melulu tentang jual beli barang, tetapi juga pengembangan layanan serta masuknya investasi. ”Kami selain membangun proyek, juga mengimpor barang modal berupa mesin-mesin untuk pembangkit listrik, petrokimia, dan barang modal lain,” ujar Li Xia, China Chengda Engineering Co Ltd.

Direktur Industrial and Commercial Bank of China (ICBC) Indonesia Sandy Tjipta Muliana mengakui, banyak investor China menaruh minat investasi di Indonesia. ”Pengalaman saya bekerja sama dengan mereka, pengusaha China ini ulet, disiplin, dan pekerja cepat dan tepat. Kita bisa banyak menimba pengalaman dari mereka,” ujar Sandy. Bank ICBC ini sebelumnya dikenal dengan Bank Halim, yang kemudian diakuisisi 2007 oleh ICBC.

Dalam acara kemarin hadir juga para eksekutif dari PT Huawei Tech Investment (telekomunikasi), PT Graha Inti Jaya (perkebunan kelapa sawit di Kalimantan), serta China Road and Bridge Cooperation (Jembatan Suramadu).

Lobi ke Beijing

Sementara itu, wartawati Kompas Susana Rita melaporkan dari Beijing, China, Ketua Umum Partai Golkar Aburizal Bakrie kemarin bertemu dengan Wakil Menteri Departemen Hubungan Luar Negeri Partai Komunis Tiongkok Ai Ping. Aburizal melobi soal dampak perdagangan antara Indonesia dan China terutama untuk pengusaha kecil khususnya di bidang tekstil, garmen, dan mainan anak.

Aburizal mengimbau agar Pemerintah China melakukan langkah untuk mengatasi persoalan itu sehingga hubungan perdagangan yang terjalin tidak merugikan salah satu pihak.

Sementara itu, Juru Bicara Kepresidenan Julian Aldrin Pasha di Istana Negara menegaskan, isu ACFTA dijadwalkan menjadi salah satu topik yang dibahas dalam kunjungan kenegaraan PM China Wen Jiabao ke Indonesia, 29 April nanti.

”Kita harapkan akan ada banyak hal yang memberikan keuntungan bagi kedua pihak. Bagaimana bisa mewujudkan mutual understanding (kesepahaman yang saling menguntungkan),” kata Julian.(ENY/OSA/WHY/Bur/MAR/PPG)

(Sumber: Kompas, Kamis, 21 April 2011)

Post a comment or leave a trackback: Trackback URL.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: