Penyakit Seperti AIDS Mewabah di China

Oleh: Chen Yilian

Seorang wanita yang tertular HIV dari darah yang terinfeksi bergabung dalam demonstrasi selama acara kesadaran AIDS pada Hari AIDS Sedunia di stasiun kereta api selatan Beijing pada tahun 2009. (AFP / Getty Images)

Media China telah ramai berbicara tentang penyakit seperti AIDS yang sangat menular, disebut “AIDS HIV-negatif,” yang diduga telah menyebar di China selama beberapa tahun dan menginfeksi ribuan orang. Sekarang media resmi melangkah untuk menutupi masalah ini: “tidak ada penyakit seperti itu, dan orang-orang yang mengaku sakit itu membutuhkan bantuan psikologis,” kata mereka.

Dalam pernyataan yang beredar luas, juru bicara Departemen Kesehatan China Deng Haihua mengumumkan pada 4 April 2011 bahwa ‘AIDS HIV-negatif’ hanya berupa ‘AIDS-fobia.’ Pada 11 April ia mengatakan bahwa “tidak ada yang disebut frase ‘HIV- AIDS negatif ‘, dan tidak ada ‘virus AIDS HIV-negatif.’

Serentetan propaganda resmi datang pada waktu yang bersamaan: program video berdurasi 10 dan 12 menit oleh Xinhua dan People’s Daily bertujuan untuk menghilangkan prasangka kebenaran akan penyakit ini. Serangkaian laporan dan artikel opini peringatan terhadap ‘AIDS-phobia,’ dipublikasikan dan rombongan ahli, beberapa di antaranya pejabat pemerintah, menyerukan agar orang-orang untuk berhenti mendengarkan laporan media Hongkong dan mencari penyelesaian bagi masalah psikologis mereka.

Orang yang menderita dari apa yang mereka anggap sebagai penyakit tak dikenal telah berbicara menentang laporan resmi dan menuntut klarifikasi dari Departemen Kesehatan, mereka juga telah beralih minta bantuan ke media dan ahli kesehatan.

Gejala-gejala penyakit terlihat seperti pembengkakan kelenjar getah bening, darah di bawah kulit, lumut di lidah, sakit sendi dan banyak lagi.

Harian Oriental Hong Kong dan Ming Pao telah membuat laporan yang lengkap tentang penderita dan penyakit mereka, dan telah menduga bahwa beberapa ribu orang di enam provinsi telah terinfeksi.

Pasien mengatakan bahwa mereka telah diintimidasi oleh petugas kesehatan dan mengatakan agar tidak berbicara tentang hal itu, dan beberapa diberi diagnosis ‘penyakit mental’ untuk keluhan mereka.

Seorang pasien dari China daratan meninggalkan pesan di forum China online The Epoch Times, mengatakan: “Penyakit ini benar-benar ada dan sangat menular. Keluarga saya dan teman-teman semuanya telah terinfeksi oleh saya. Saya hidup dengan penyakit ini dan menderita setiap hari dan hampir tidak bisa berjalan. Pejabat dari Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDCP) memperingatkan saya untuk tidak menyebarkan desas-desus atau saya harus menanggung akibatnya. Mereka mengancam saya bahwa jika saya terus berbicara tentang hal itu, tak seorang pun akan mendengarkan saya, dan orang-orang akan menganggap saya gila,” tulisnya. The Epoch Times tidak dapat memverifikasi klaim, tapi pejelasan dengan tindakan biasanya diambil oleh pemerintah China ketika berusaha untuk mengendalikan informasi.

Seorang wanita mengatakan kepada The Epoch Times bahwa dia percaya ia terinfeksi saat mendapatkan tato alis lima tahun yang lalu. Setelah itu ia mengalami ruam, gatal-gatal, dan infeksi jamur. Gejalanya semakin memburuk  setiap tahun. Selain infeksi paru-paru dan osteoporosis, semua sendi terasa sakit dan membuat suara retakan. Anaknya 17 tahun juga terinfeksi, dan mereka berdua memiliki gejala yang sangat parah sekarang, katanya.

Wanita itu mengatakan ia tidak pernah berpikir tentang HIV sebelum dia sakit. “Saya berpendidikan tinggi dan cukup mampu membuat penilaian tentang penyakit ini. Saya tidak membuat alasan mengada-ada, semua pemeriksaan fisik saya dapat memastikan bahwa fungsi kekebalan tubuh saya sangat lemah,” katanya.

Dia bilang telah mengajak anaknya ke dokter di Beijing, dan dokter yang menanganinya  mengakui bahwa memang ada masalah, tapi karena pernyataaan yang ditetapkan oleh pejabat yang lebih tinggi, tak ada yang bisa mereka lakukan.
Wanita tersebut bilang seorang ahli mengatakan bahwa masalah itu terlalu sensitif, dan ia akan kehilangan pekerjaan jika ia berbicara tentang itu, tapi ia akan berbicara jika pejabat tinggi datang untuk menyelidiki penyakit tersebut.

Deng Haihua, juru bicara Departemen Kesehatan, mengatakan kepada media China pada 6 April bahwa CDCP merekrut 59 sukarelawan  yang menderita gejala seperti-AIDS di QQ, layanan Internet China, antara September 2009 dan Januari 2010, untuk berpartisipasi dalam uji klinis untuk HIV dan virus lain yang tidak diketahui.

Pasien yang berpartisipasi dalam penelitian ini diberi tes HIV, pemeriksaan fisik rutin, dan kuesioner psikologi. Pada 21 Februari 2010, mereka didiagnosis dalam keadaan normal pada semua hasil tes, kecuali kesehatan psikologis mereka ditemukan “jelas lebih rendah dari orang rata-rata.” Sebuah laporan Beijing News mengatakan “38 dari orang ini mengambil langkah pencegahan awal … dibawah tekanan besar yang dicurigai membawa infeksi HIV.”

Pada bulan Februari 2011, CDCP mengatakan kepada pasien bahwa sampel darah dari 59 pasien telah dikirim ke laboratorium di Amerika Serikat yang mengkhususkan diri dalam pengujian virus, tapi tidak akan mengungkapkan nama laboratoriumnya. Seorang wartawan Epoch Times dihubungi seorang pejabat di CDCP yang mengatakan laboratorium itu di University of California San Francisco. The Epoch Times menghubungi universitas Departemen Mikrobiologi & Imunologi pada 15 Maret tapi profesor terkait tidak tersedia.

Selama dua sesi tahunan kepemimpinan partai komunis baru-baru ini di Beijing, pasien telah mempersiapkan untuk mengajukan banding tapi diberitahu oleh staf CDCP bahwa mereka tidak perlu karena sampel darah dari penelitian tersebut telah dikirim ke Amerika Serikat untuk pengujian, menurut laporan online . Penderita menduga bahwa pihak berwenang sengaja tidak menginginkan krisis kesehatan masyarakat.

Dalam sebuah wawancara telepon dengan The Epoch Times, seorang pria dari Provinsi Fujian mengatakan bahwa dia yakin bahwa dia tidak memiliki fobia AIDS. “Istri saya dan saya keduanya memiliki gejala yang jelas memberitahu kita bahwa kami terinfeksi virus,” katanya.

Menurut netizen dari Xiangtan di Provinsi Hunan, Institut Pasteur Shanghai memeriksa darah lima pasien ‘AIDS HIV-negatif’ pada Desember 2009. Seorang staf yang bertanggung jawab atas pemeriksaan mengatakan hasil uji bahwa jenis virus yang sama ditemukan pada ke lima pasien. Staf bahkan ditanya apakah obat AIDS memiliki efek, dan mengatakan hasil tes akan diumumkan 28 Desember. Tapi tidak ada pemberitahuan lebih lanjut apa yang terjadi. Ketika pasien bertanya lagi, katanya, Institut Pasteur Shanghai membantah pernyataan tersebut. (EpochTimes/man)

(Sumber: Erabaru.net, Selasa, 19 April 2011)

Post a comment or leave a trackback: Trackback URL.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: