Penangkapan Aktivis Makin Menjadi-jadi

Hongkong, minggu – Para aktivis prodemokrasi dan kebebasan berekspresi di China khawatir langkah Pemerintah China yang menangkap dan menahan rekan-rekan mereka tanpa alasan jelas makin menjadi-jadi pada masa mendatang. Mereka berencana menggelar aksi protes di seluruh dunia untuk menuntut Beijing membebaskan para aktivis.

Hari Minggu (17/4), sekitar 150 orang, termasuk para aktivis prodemokrasi senior dan anggota komunitas seni di Hongkong, menggelar demonstrasi di depan Kantor Perwakilan China. Mereka menuntut pembebasan Ai Weiwei, seniman terkenal dan pejuang kebebasan berekspresi, yang ditangkap 3 April lalu.

Demonstrasi di Hongkong menjadi bagian dari serangkaian aksi protes yang digelar di kantor perwakilan diplomatik China di kota-kota utama di Eropa, AS, dan Australia. ”Jika kita tidak menyuarakan ini, tak terbayangkan apa yang akan terjadi setelah ini,” tutur Kacey Wong, seniman lokal dan demonstran.

China meningkatkan represi dan penangkapan para aktivis sejak Februari setelah beberapa aktivis mencoba menggalang gerakan Revolusi Melati melalui situs internet Boxun.com. Para aktivis itu terinspirasi oleh gelombang revolusi di dunia Arab.

Lembaga Chinese Human Rights Defenders (CHRD) yang berbasis di Hongkong mengeluarkan pernyataan, Jumat, bahwa Pemerintah China telah menahan sedikitnya 54 aktivis dan orang yang dianggap membangkang, termasuk Ai Weiwei. Ai Weiwei adalah seniman internasional yang turut terlibat dalam desain Stadion Nasional Beijing ”Sarang Burung” yang digunakan dalam Olimpiade 2008.

Curiga konspirasi

Oleh kepolisian China, Ai dituduh menggelapkan pajak, melakukan bigami, dan menyebarkan pornografi di internet. Semua tuduhan itu ditepis oleh adik perempuan Ai, Gao Ge. yang meyakini penangkapan Ai lebih terkait dengan aktivitas politik kakaknya itu.

”Kalau ini hanya penyelidikan biasa, mengapa sampai hari ini kami belum mendengar kabar apa pun dari dia?” ungkap Gao.

Terakhir, Liu Xiaoyuan, pengacara yang biasa memberikan nasihat hukum kepada Ai dan keluarganya, turut menghilang. Liu tidak bisa dikontak sejak Kamis dan hingga Minggu telepon selulernya belum bisa dihubungi. Dikhawatirkan ia ikut ditangkap.

Liu Anjun, salah seorang aktivis yang sempat ditahan selama 45 hari sejak 18 Februari, mengatakan, pemerintah Beijing curiga para aktivis itu menjadi bagian dari konspirasi internasional yang disponsori negara-negara Barat untuk menggulingkan pemerintah komunis China.

”Mereka menunjukkan foto para aktivis kepada saya dan mencoba menyusun kaitan satu sama lain. Mereka berusaha memaksa saya mengatakan siapa sedang mendukung gerakan apa,” ungkap Liu. (Reuters/AP/DHF)

(Sumber: Kompas, Selasa, 19 April 2011)

Post a comment or leave a trackback: Trackback URL.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: