Nilai Yuan Terus Melemah

Jakarta, Kompas – Pemerintah menangkap peluang risiko yang bisa muncul dari nilai tukar yuan yang terus melemah terhadap rupiah. Pelemahan yuan tersebut merupakan salah satu penyebab turunnya daya saing produk Indonesia terhadap barang China, tetapi tidak mudah meminta Pemerintah China untuk menyeimbangkan masalah nilai tukar ini.

”Soal nilai tukar itu sangat susah karena itu pekerjaan rumah G-20 (20 negara-negara yang dianggap memiliki kapasitas ekonomi tinggi). Di dalam pertemuan tingkat menteri keuangan di Washington saat ini, ada ketidakseimbangan yang belum diselesaikan dan salah satunya masalah nilai tukar,” ujar Menteri Perdagangan Mari Elka Pangestu di Jakarta, Senin (18/4), seusai menghadiri rapat koordinasi terkait kebijakan Perjanjian Perdagangan Bebas ASEAN-China (ACFTA).

Rapat tersebut dipimpin Menteri Koordinator Perekonomian Hatta Rajasa dan dihadiri Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Mustafa Abubakar, Menteri Pertanian Suswono, Menteri Koperasi dan UKM Syarifuddin Hasan, dan Menteri Perindustrian MS Hidayat.

Menurut Mari, sementara ini, Indonesia berlindung pada perjanjian pertukaran mata uang bilateral (bilateral swap arrangement/BSA) dengan China. Namun, perjanjian ini belum diaktifkan. Atas dasar itu, Mari sangat berharap Kementerian Keuangan dan Bank Indonesia (BI) segera menyelesaikan proses pembahasan BSA tersebut.

”Kami sudah punya pertukaran mata uang yuan dan rupiah. Ini belum jalan. Hal itu menjadi pekerjaan rumah untuk BI dan Kementerian Keuangan sehingga nanti perdagangannya langsung antara yuan dan rupiah. Sementara ini, kami masih memakai dollar AS,” ujarnya.

Hingga akhir 2010, barang Indonesia yang diekspor ke China nilainya 49,2 miliar dollar AS, sedangkan barang China yang diekspor ke Indonesia nilainya 52 miliar dollar AS. Neraca perdagangan Indonesia defisit sekitar 2,8 miliar dollar AS. Neraca ini masih berdasarkan catatan China, sedangkan menurut catatan Indonesia, defisit yang dialami sebenarnya mencapai 5 miliar-7 miliar dollar AS.

Terus melemah

Dengan surplus di pihak China, seharusnya mata uang yuan makin menguat terhadap rupiah, tetapi nyatanya malah terus melemah.

Pada 26 Desember 2010, yuan masih bercokol di Rp 1.359,34, adapun pada 18 April 2011 sudah melemah ke level Rp 1.328,06 per yuan atau melemah 2,36 persen.

Nilai tukar rupiah terhadap yuan seperti itu membuat barang-barang produksi Indonesia tidak akan sanggup bersaing saling berhadap-hadapan langsung, bahkan di pasar sendiri. Pemerintah tengah memikirkan cara untuk renegosiasi ACFTA.

Seperti diberitakan, People’s Bank of China, bank sentral China, dan BI menandatangani amandemen peningkatan jumlah BSA menjadi 4 miliar dollar AS yang berlaku efektif sejak 17 Oktober 2006. Melalui perjanjian ini, Indonesia dapat mengajukan pinjaman jangka pendek kepada China melalui mekanisme pertukaran mata uang rupiah dengan yuan (atau sebaliknya) maksimum setara 4 miliar dollar AS. Fasilitas tersebut akan ditarik apabila Indonesia memerlukan likuiditas jangka pendek.

Perjanjian pertukaran mata uang bilateral pertama antara Indonesia dan China ditandatangani pada Desember 2003 dengan fasilitas sebesar 1 miliar dollar AS.

Perjanjian pertukaran mata uang bilateral yang berlaku saat ini ditandatangani pada Oktober 2005 sebagai bagian dari Chiang Mai Initiative yang juga menelurkan cadangan devisa lapis kedua bagi 10 negara ASEAN plus Korea Selatan, China, dan Jepang sebesar 120 miliar dollar AS.

Mari mengatakan, untuk mendorong pelaksanaan BSA, Indonesia sudah memiliki forum pembahasan dengan China. Setidaknya ada tiga forum, yakni forum untuk membahas perdagangan, forum energi, dan forum nilai tukar. (OIN)

(Sumber: Kompas, Selasa, 19 April 2011)

Post a comment or leave a trackback: Trackback URL.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: