Manipulasi Hak Kekayaan Intelektual di China

Oleh: Sun Yanjun

Perlindungan kekayaan intelektual di China telah lama menjadi bagian dari penipuan besar. Perlindungan hukum hanya untuk melindungi perusahaan-perusahaan China yang membantu melawan persaingan Barat dan untuk memikat perusahaan-perusahaan Barat serakah ke dalam pemikiran bahwa mungkin teknologi eksklusif mereka akan dapat bertahan dengan membuka pabrik di China.

Pada tahap permainan ini, hanya yang sangat bodoh yang bisa gagal untuk memahami bahwa di China sebuah perusahaan Barat sedang bertaruh dengan tuan rumah: Mereka diijinkan untuk menang hanya selama mereka sukses melayani kepentingan-kepentingan Partai Komunis China (PKC) dan tanggungan-tanggungan pribadi Partai.

Tentu saja, orang-orang China juga merupakan korban dari sistem hukum yang gagal melindungi inovasi dan kreativitas. Tindakan baru-baru ini oleh rezim, bagaimanapun, telah mengundang orang-orang China untuk mempertimbangkan apa yang mungkin terlibat dalam melindungi hak kekayaan intelektual.

Konsesi Baidu

Sikap rezim terhadap hak kekayaan intelektual terjadi sebagai respons terhadap surat terbuka ke Baidu pada 15 Maret, mesin pencari terbesar di China. Lima puluh penulis China menandatangani surat protes terhadap praktek Baidu yang menawarkan download sastra secara gratis.

Pada 20 Maret, Perpustakaan Baidu, sebuah platform sharing-dokumen dilaporkan dirancang bagi guru-guru dan siswa (tapi kenyataannya terbuka gratis untuk umum), menanggapi dengan meluncurkan sebuah “platform kerjasama hak cipta” yang seharusnya memberi manfaat bagi para pemegang hak cipta. Penulis dan industri penerbitan, bagaimanapun, tidak mengenalinya.

Pada 31 Maret, 15 profesional hukum menerbitkan sebuah pernyataan yang mendukung para penulis, menunjukkan bahwa tindakan-tindakan Baidu itu adalah pelanggaran terhadap hukum pidana. Pada hari yang sama, Baidu mencapai kesepakatan dengan Music Copyright Society, mengumumkan bahwa kedua belah pihak akan bekerja sama untuk membangun saluran bagi hak cipta musik dan lirik.

Sebenarnya memungkinkan para musisi untuk mengambil bagian dalam merancang hal-hal untuk melindungi pekerjaan mereka, mendobrak menuju ke tanah baru. Apakah ini akan pada akhirnya memberikan perlindungan hak cipta bagi para musisi masih harus dilihat lagi, tetapi pada saat ini adalah kemenangan nyata bagi para penulis, musisi, dan seniman.

Stabilitas Pembelian

Baidu telah di masa lalu melewati berbagai tantangan dari industri-industri penerbitan dan seni untuk pelanggaran hak kekayaan intelektual, karena, dalam perlindungan jala yang dioperasikan oleh PKC, ia telah memiliki posisi istimewa.

Baidu memantau secara ketat dan menghapus informasi sensitif apapun yang tidak menguntungkan bagi rezim, sebuah layanan yang PKC percaya membantu untuk memastikan stabilitas. PKC, kemudian, telah memiliki kepentingan atas Baidu, dan dengan melindungi Baidu sama saja dengan melindungi PKC sendiri. Inilah sebabnya kenapa Baidu mampu memenangkan persaingan dengan Google untuk pasar China – PKC ingin memastikan bahwa Baidu menang.

Tapi setelah keluhan terakhir oleh para penulis, kantor berita negara Xinhua mulai memuat artikel-artikel yang mengkritik Baidu. Dengan media negara yang menggeser sinyal, Baidu sedang diminta untuk mengubar arahnya karena perhitungan Baidu tentang stabilitas sekarang berubah.

PKC sekarang takut. Tampaknya setiap hari lebih banyak berita yang datang dari fermentasi demokrasi di Timur Tengah, dan PKC takut penularan itu akan menyebar ke China. Di China, bencana alam dan buatan sering terjadi, dan korupsi mewabah. Lebih buruk lagi, pertumbuhan ekonomi yang seharusnya memberikan legitimasi kini hanya menunjukkan bagaimana rezim telah tidak adil.

Dalam situasi ini, hal terakhir yang ingin dilakukan PKC adalah membuat marah para penulis, yang mungkin membantu saluran komunikasi dan fokus pada kemarahan yang telah terbangun di antara orang-orang China. Saat ini, PKC perlu menjaga para penulis bebas dari kerinduan demokratis, dan jadinya ia memutuskan untuk menyuap mereka.

Jika Baidu berbicara tentang menegakkan hak cipta atau bahkan mulai menegakkan mereka, maka para penulis tidak akan mengidentifikasi keluhan-keluhan khusus mereka dengan keluhan-keluhan bangsa. Mereka akan fokus, harapan-harapan PKC, pada lebih banyak pertimbangan pribadi.

Dari Copright ke Kreativitas

Namun di China, apa yang dikabulkan PKC suatu hari berikutnya mungkin secara mudah ditarik kembali. Misalnya, rezim membagikan tanah kepada para petani tetapi kemudian mengambil tanah itu kembali. Tindakan baru-baru ini terhadap perlindungan atas kekayaan intelektual mungkin ternyata hanya sebuah bayangan belaka.

Tetapi isyarat-isyarat tersebut mengundang pertimbangan tentang apakah sebuah usaha serius untuk melindungi hak kekayaan intelektual akan dibutuhkan. Ini akan dimulai dengan copyright tapi tidak hanya berhenti sampai disana saja. Ini harus menuju ke lebih dalam lagi.

Pertama para intelektual China, tujuan yang paling dasar adalah harus memaksa rezim untuk menetapkan undang-undang yang dapat melindungi kreativitas orang, mengurangi konflik internasional, dan memperbaiki citra nasional yang telah ternoda oleh pencurian yang dilegalisir rezim.

Penetapan hukum-hukum seperti ini, para intelektual China akan perlu untuk menetapkan sebuah sistim hukum yang benar dan independen di China. Jika tidak, hukum hanya akan eksis di atas kertas saja, menguatkan tingkah para fungsionaris Partai.

Sebuah sistem hukum seperti ini hanya dapat sah jika ia melayani sistim politik yang menghormati kebebasan dan hak asasi manusia. Hak cipta hanyalah sebuah contoh khusus lebih banyak hak-hak fundamental. Jika hak-hak tersebut tidak dilindungi dari pelanggaran, tidak ada dasar untuk melindungi kekayaan intelektual terhadap pelanggaran.

Untuk melindungi hak kekayaan intelektual mengharuskan melindungi sumber kreativitas, yang merupakan kebudayaan nasional. Ini hanya dapat dilakukan dengan mengganti kesalahan, kebudayaan hina yang diimpor Partai ke China dengan sebuah budaya yang berbudi luhur dan berseri yang dibangun di atas peradaban China kuno.

Ketika kebudayaan seperti ini kembali ke China, rakyat China akan menebus malu mereka karena memiliki hak-hak intelektual dunia curian dengan menjadi eksportir yang berlimpah kreativitas kepada dunia.

Rezim selalu merubah para intelektual menjadi makhluk-makhluk peliharaan, dan tubuh utama intelektual telah menunjukkan tanda-tanda semakin sinis, berjalan bersama setiap keinginan rezim. Jauh dari memperjuangkan hak-hak masyarakat, mereka seringakali tidak memperjuangkan hak mereka sendiri dan bahkan membela pejabat korup Partai.

Setidaknya beberapa intelektual berdiri untuk memperjuangkan hak produksi mereka sendiri, dan mereka harus dipuji. Tetapi untuk mengubah kondisi yang telah dilanggar yang harus mereka hadapi setiap hari, mereka masih harus menempuh jalan panjang. (EpochTimes/khl)

Dr Sun Yanjun adalah seorang analis politik China. Dahulu seorang profesor di Departemen Psikologi di Ibukota Normal University di Beijing, pada tahun 2009 ia secara terbuka meninggalkan Partai Komunis China dan sekarang tinggal di Amerika Serikat.

(Sumber: Erabaru.net, Rabu, 13 April 2011)

http://www.erabaru.net/opini/65-opini/25091–menanggapi-hak-kekayaan-intelektual-di-china

Post a comment or leave a trackback: Trackback URL.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: