Biksu Meninggal akibat Siksaan Aparat

BEIJING, SELASA – Seorang biksu yang turut dalam aksi protes menjelang pelaksanaan Olimpiade Beijing 2008 telah meninggal. Tahun 2008 almarhum turut melakukan aksi protes di depan para wartawan asing untuk menyampaikan catatan buruk China soal hak asasi manusia.

Diduga kuat biksu itu meninggal akibat siksaan berlebihan selama berada di dalam tahanan. Hal ini disampaikan sebuah kelompok aktivis bernama International Campaign for Tibet (ICT) di Beijing, Selasa (5/4).

Jamyang Jinpa, biksu itu, berasal dari Provinsi Gansu, China. Dia meninggal pada 3 April lalu, tiga tahun setelah ikut aksi protes di biara Labrang.

Sekelompok wartawan asing mengunjungi biara Labrang di wilayah Xiahe pada April 2008. Ini merupakan kunjungan yang diselenggarakan Pemerintah China dengan tujuan untuk menunjukkan bahwa situasi di wilayah yang dihuni etnis Tibet sudah kembali normal. Sebelumnya Tibet dan sejumlah provinsi lain yang dihuni warga Tibet melakukan aksi protes.

Aksi protes paling besar terjadi di Lhasa, ibu kota Tibet, wilayah China, pada Maret 2008. Aksi di Tibet itu menjalar ke wilayah lain, termasuk di sejumlah biara biksu dan juga di Labrang.

Jamyang Jinpa berperan sebagai juru bicara sekelompok biksu—14 biksu—ketika para wartawan asing itu melakukan kunjungan.

Dia mengecam perlakuan aparat China soal hak asasi manusia. Saat itu para biksu juga melakukan aksi protes.

Tak bisa berdiri

ICT mengatakan, setelah itu aparat menangkapnya dan kemudian menahannya.

Otoritas China sebelum kematian biksu itu sempat memanggil keluarganya. ”Ketika anggota keluarga menjenguk, biksu itu tidak bisa lagi berjalan. Bahkan, berdiri pun ia tak lagi mampu. Biksu itu sudah merasakan mati rasa di bagian kaki,” demikian ICT mengutip keterangan dari sebuah sumber di Tibet.

”Dia juga tidak mampu lagi mengenali anggota keluarganya. Penglihatannya sudah sirna. Daya ingatnya pun lenyap,” demikian pernyataan ICT.

ICT menambahkan, kondisi umum biksu itu memburuk selama tiga tahun penahanan hingga kematiannya. ICT menyatakan masih belum bisa dijelaskan penyebab persis kematiannya.

ICT hanya mengatakan, kondisi Jamyang Jinpa sangat sehat sebelum penangkapan itu. Polisi di Xiahe dan di Prefektur Gannan tidak bisa dihubungi soal perkembangan kondisi biksu itu.

Keluhan umum warga Tibet selama ini adalah kepentingan mereka telah terpinggirkan oleh etnis Han, mayoritas warga China. (AFP/MON)

(Sumber: Kompas, Rabu, 06 April 2011)

 

Post a comment or leave a trackback: Trackback URL.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: