DPR desak pemerintah lindungi industri terancam ACFTA


Oleh John Andhi Oktaveri

JAKARTA: Komisi VI DPR meminta pemerintah segera turun tangan untuk melindungi lima sektor industri yang kian terancam akibat pemberlakuan perdagangan bebas China-Asia (ACFTA) melalui kemudahan penyaluran kredit.

Anggota Komisi VI DPR Emil Abeng mengatakan berdasarkan masukan dan telaah di Panitian Kerja (Panja) Daya Saing DPR, lima sektor in¬dustri tersebut adalah elektro¬nika, furnitur, logam dan produk logam, permesinan, tekstil dan produk tekstil. Untuk itu, Ketua Umum DPP Himpunan Pengusaha Kosgoro 1957 itu meminta Ke¬men¬terian Perdagangan dan Kemen¬terian Perindustrian meningkatkan koordinasi dalam membuat kebijakan memecahkan masalah ini.

Menurut dia, selain melalui bantuan permodalam melalui kemudahan kredit, kedua instansi itu juga harus mengkoordinasikan kebijakan sehingga tidak jalan sendiri-sendiri. Selain itu, kegagalan Bank Indonesia menurunkan suku bunga saat ini seharusnya tidak boleh terjadi.

Dia mengatakan bunga untuk usaha permodalan kita relatif masih tinggi diban¬dingkan dengan negara-negara lain. China, misalnya, baru saja menaikkan suku bunga pinjaman menjadi 5,56% dari 5,31%. “Tapi itu pun masih jauh lebih rendah dibandingkan di Indonesia yang suku bunga kredit perbankan berkisar 9%-16% per tahun,” katanya.

Pada bagian lain dia menilai maraknya produk-produk asal Singapura, Hong Kong, Malaysia dan Korea ikut membanjiri pasar kita, semakin memperburuk daya saing sektor industri nasional yang makin melemah. Arus masuk produk impor khususnya dari China semakin tak terbendung dengan memanfaatkan kebebasan berniaga.

“Kami melihat pemerintah tidak serius bahkan gamang menghadapi keadaan ini. Para pengusaha industri lokal yang semakin terdesak melawan kehadiran produk sejenis dengan harga jauh lebih murah, gagal memperoleh perlindungan pemerintah,” ujarnya. Menurut dia, kondisi buruk di sektor industri dan perdagangan ini dikhawatirkan semakin mempercepat kematian industri menengah dan kecil.

Dia juga mengaku heran dengan sikap pemerintah yang sejauh ini bergeming, padahal para pengusaha semakin menjerit menghadapi berbagai kesulitan. “Kita kalah hampir di semua lini, baik permodalan, manajemen, sumber daya manusia, bahan baku, produksi, pemasaran dan lain-lain,” katanya. (msw)
(Sumber: Bisnis.com, 04 April 2011)

http://www.bisnis.com/ekonomi/perdagangan/18819-dpr-desak-pemerintah-lindungi-industri-terancam-acfta

Post a comment or leave a trackback: Trackback URL.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: