Indonesia Komplain Kebijakan Dumping China

Standar barang impor Cina banyak yang di bawah standar Indonesia.

JAKARTA — Menteri Koordinator Perekonomian Hatta Rajasa mengatakan Indonesia akan mengajukan komplain kepada Cina dalam kaitannya dengan penerapan dumping yang dilakukan Cina. Penerapan dumping ini membuat Indonesia rugi dan memicu ketidakadilan perdagangan dalam menjalankan perjanjian perdagangan bebas ASEAN-Cina.

“Kalau ditemukan dumping, kita bisa melakukan komplain,” kata Hatta Rajasa di Jakarta kemarin. Indikasi dumping berasal dari survei terhadap 190 barang impor Cina. Hasilnya, 38 jenis barang dijual lebih murah di Indonesia dibanding harga di Cina, tepatnya di Guangzhou dan Shanghai. Harga yang lebih murah ini diduga karena Cina menerapkan dumping.

Selain itu, dalam satu tahun terakhir, impor produk industri dari Cina mencapai 18,5 persen dari total impor atau naik 33 persen dibanding tahun sebelumnya. Sedangkan ekspor Indonesia ke Cina hanya 8,21 persen dibanding total ekspor meski ada kenaikan nilai hingga 34 persen. Cina juga mengirim barang yang sudah tidak laku untuk dijual di Indonesia.

Indikasi dumping dan lonjakan barang impor Cina ini mendorong pemerintah mengevaluasi perjanjian perdagangan bebas dengan Cina. “Fasilitas free trade memang mengakibatkan peluang perdagangan kita defisit,” kata Hatta. Untuk itu, pemerintah akan mengkaji apakah ada penyimpangan dalam penerapan perdagangan bebas.

Hatta mengatakan pemerintah membuka peluang mengamankan produk lokal melalui kebijakan safeguard. Kebijakan ini akan diambil jika hasil kajian dapat membuktikan adanya praktek tidak adil dalam perjanjian perdagangan bebas dengan Cina.

Untuk melindungi produk lokal dari serbuan produk Cina, Menteri Perindustrian M.S. Hidayat mengatakan pemerintah akan mengoptimalkan safeguard terhadap produk impor Cina. “Barang Cina yang masuk kebanyakan standarnya di bawah kita,” katanya. Safeguard merupakan salah satu upaya mencegah perilaku persaingan yang tidak sehat.

Meski indikasi dumping produk Cina sudah terlihat, tapi belum ada laporan dari industri yang dirugikan. Berdasarkan survei tim Kementerian Perindustrian, ada lima industri yang terpukul, yakni elektronik, furnitur, logam dan produk logam, permesinan, serta tekstil dan produk tekstil. “Tapi sejauh ini belum ada yang komplain dari industri yang merasa dirugikan,” katanya.

Ihwal dugaan dumping dan terpukulnya lima sektor industri, Menteri Perdagangan Mari Elka Pangestu mengatakan sedang mempelajarinya. Apalagi hal ini berkaitan dengan soal apakah ada kerugian yang harus diinvestigasi. “Itu harus kita buktikan jika kita akan melaksanakan safeguard,” katanya. Investigasi bakal dilakukan Kementerian Perdagangan melalui KPPI.

Menurut Mari, safeguard sedang disiapkan untuk sektor tekstil. “Tapi, tidak semua karena tergantung produknya,” katanya. EKO ARI WIBOWO

(Sumber: Koran Tempo, Edisi 25 Maret 2011)

http://www.korantempo.com/korantempo/koran/2011/03/25/Ekonomi_dan_Bisnis/krn.20110325.230869.id.html

Post a comment or leave a trackback: Trackback URL.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: