Utang Pejabat Lokal Tiongkok Sangat Kritis

Perkiraan yang dikeluarkan kantor cabang SERI (Institut Riset Ekonomi Samsung) di Tiongkok menyebutkan, di akhir 2011 jumlah tunggakan utang pejabat Tiongkok akan mencapai 12,5 milyar yuan (1,8 milyar dolar AS).

Hampir semua perusahaan keuangan lokal menunggak pinjaman jangka menengah dan jangka panjang, yang berharap bisa kembali dari penjualan tanah, walau menghadapi risiko besar.

SERI memperkirakan dalam dua tahun ke depan total utang yang ditunggak pemerintah lokal di Tiongkok akan tetap tinggi, demikian yang tertulis dalam Economic Journal edisi Mandarin.

Spesialis senior SERI Tszinhe Lee mengatakan bahwa jika di tahun ini pertumbuhan kredit melambat dan menetap di kisaran normal 15 – 17 persen, pada saat itu jumlahnya sudah meningkat sebesar 7,5 milyar yuan (1 miliar dollar AS) dan utang perusahaan keuangan lokal meningkat sebesar 2,5 milyar yuan.

Jika Anda bahkan tidak memperhitungkan fakta bahwa pejabat lokal akan kembali meminta obligasi hutang pada pemerintah pusat, di akhir tahun total utang pejabat lokal bisa mencapai 12,5 trilyun yuan (1,8 trilyun dolar AS), kutip SERI.

“Mempertimbangkan fakta bahwa pada 2009, perusahaan keuangan lokal mengambil kredit berlebihan dalam skala besar untuk melakukan investasi dalam dua tahun ke depan, utang mereka akan terus berkembang,” kata Lee.

Menurut SERI, sebanyak 54 persen pinjaman pejabat setempat mengambil jangka pembayaran lima tahun atau lebih. Periode 2011-2013 seharusnya adalah waktu jatuh tempo. Bisa jadi inilah saatnya gelembung akan  kredit macet meledak.

Pakar Investor di Lembaga Keuangan Wang Yu mengatakan bahwa pada 2008 utang yang ditunggak pejabat lokal di Tiongkok bernilai 31,8 milyar yuan (4,5 miliar dolar AS). Pada 2009, di bawah pengaruh kebijakan untuk mendorong peningkatan investasi, rekor utang tercatat sebesar 101,7 milyar yuan (14,5 miliar dolar AS), dan pada 2010, menurut statistik sementara, jumlah tersebut mencapai 60 miliar yuan (8,6 miliar dolar AS).

Pakar keuangan menunjukkan bahwa 60% dari pejabat lokal di Tiongkok mengandalkan penjualan tanah. Menurut mereka, karena pemerintah terus menerus memperketat kondisi kredit dan berusaha untuk mengatur pasar properti, harga dan publisitas mungkin jatuh dan kemudian tunggakan hutang akan semakin bermasalah.

Tian Xie, seorang ekonom sekaligus profesor di University of South Carolina di Aiken (University of South Carolina Aiken) dalam sebuah wawancara dengan The Epoch Times mengatakan bahwa pejabat Tiongkok setempat menunggak sangat banyak utang yang bahkan mustahil bagi mereka untuk dilunasi.

“Hal ini sebenarnya demi kepentingan pribadi para pejabat. Ambil contoh, sukesnya proyek-proyek konstruksi bisa membantu mengangkat karir para pejabat. Dalam proses menggunakan uang untuk konstruksi (yang sebagian besar diambil dalam bentuk pinjaman), ada banyak cara yang ditetapkan oleh sebagian dari mereka. Banyak dari pejabat yang mencoba untuk mengambil lebih banyak pinjaman dan tidak berniat untuk mengembalikan “, ujar Xie.

Ekonom Tiongkok Chen Syvey mengutip seorang pejabat setempat, yang mengatakan: “Adalah bodoh untuk tidak meminjam uang [bank]. Dan semakin bodoh jika Anda ingin membayar utang itu.” Menurut Chen, frasa ini sudah lama mencerminkan pandangan dari kebanyakan pejabat lokal.

Pada 22 Februari, Chzhengun Lien, anggota Dewan Penasehat Politik Provinsi Hainan pada rapat kerja mengatakan bahwa pada akhir November 2010 jumlah utang provinsi pemerintah daerah telah mencapai 79,867 milyar yuan (11 miliar dolar AS), jumlah yang sungguh terlalu banyak dan memerlukan perhatian serius.

Pejabat tersebut mencatat bahwa beberapa pemerintah daerah telah mencoba berbagai cara untuk meminjam dari bank, termasuk membuat dokumen jaminan yang tidak memiliki kekuatan hukum.  (Lian Hua / Epoch Times Ukraina / val)

(Sumber: Epochtimes.co.id, Minggu, 13 Maret 2011)

 

Post a comment or leave a trackback: Trackback URL.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: