Pemohon China Diserang dan Dipukuli

Oleh Qiao Long

Para petani China memprotes perampasan tanah dan penggusuran paksa. Aparat keamanan razim komunis China dan preman bayaran menyerang dan membubarkan kelompok pemohon di Fuzhou pada Senin (21/3), kata saksi.

Sekitar 300 petani dari Gulou, Jingan, dan kabupaten lainnya Fuzhou telah berkumpul di luar gedung Dinas Provinsi untuk menyuarakan keluhan tentang relokasi dan pengambilan tanah secara paksa, tetapi dibubarkan dengan kekerasan.

“Lebih dari 10 warga desa telah dipukuli. Dua dari mereka terkapar di tanah,” kata Lin Xuguang, seorang petani dari desa Liuqiao kabupaten Jingan.

Lin mengatakan bahwa ibunya jatuh sakit setelah rumah mereka dibongkar paksa. Sekarang menjadi tunawisma, ia telah mengajukan permohonan beberapa kali di Beijing namun tanpa hasil, katanya.

Ibunya kemudian bergabung dengan Pemohon lainnya Senin pagi di depan kantor pemerintah provinsi.

“Waktu itu sekitar 8:30 pagi,” kata Li Kuichun, seorang petani dari desa Xinyi.
“Para penduduk desa Liuqiao baru saja membentangkan spanduk mereka ketika sekelompok preman yang dipimpin oleh kepala desa bergegas menuju mereka. Para penyerang menargetkan orang-orang tua berusia 60-an dan 70-an, memukul seorang wanita tua bernama Hu Meizhu.”

“Ia langsung hilang kesadaran,” katanya.

Dijual ke Pengembang

Kesaksian Li didukung oleh foto dan klip video yang menunjukkan staf medis dengan ambulans membawa pergi seorang wanita tua yang telah tergeletak di tanah.

“Beberapa orang muda dibawa ke kompleks Kantor  Dinas Provensi,” lanjut Li. “Dua dari mereka dipukuli.”

Warga desa lain yang tidak ingin namanya disebut mengatakan, pemerintah telah mengirim beberapa lusin petugas polisi dan penjaga keamanan ke tempat kejadian.

“Ketika kekacauan terjadi, saya berusaha untuk meraih kembali spanduk-spanduk. Kepala penjaga keamanan memukul saya dengan tinjunya,” kata pria itu.

Pemohon lainnya, Lin Jianxin, mengatakan bahwa delapan warga desa sebelumnya pergi ke Beijing untuk mengajukan permohonan, tetapi mereka dipulangkan dan dipukuli oleh polisi setempat.

“Delapan dari mereka ditahan setelah kembali dari Beijing,” katanya. “Mereka telah disekap selama empat hari sampai sekarang. Kami memohon pembebasan mereka.”

Minta Ganti Rugi

Ribuan Pemohon pergi ke Beijing setiap tahun untuk minta ganti rugi atas keluhan-keluhan terhadap pemerintah daerah mereka. Mereka sering ditahan di ‘penjara hitam’ yang dibentuk di luar sistem peradilan.

Li Kuichun berkata, “Empat tahun yang lalu, pihak berwenang mengambil tanah kami dan menjualnya kepada pengembang. Namun sejauh ini belum ada pembangunan di atas lahan sama sekali.”
“Pemerintah hanya memberi kami uang sekedarnya tidak bisa untuk membeli rumah.” “Di mana kami bisa hidup sekarang?” Li bertanya.

Mengajukan petisi untuk ganti rugi kepada pihak berwenang memiliki sejarah panjang di China.

Sistem Devisi Surat dan Kunjungan yang ada sekarang, membentuk lima dekade yang berfungsi sebagai jembatan antara partai komunis dan rakyat jarang menyelesaikan masalah, malah memicu penahanan, pemukulan, dan pelecehan terhadap orang-orang yang berani untuk mengeluh, menurut pemohon dan aktivis sosial.

Sistem ini resmi didirikan pada 1951 dan kembali diberlakukan pada 1980 setelah sejumlah besar banding terhadap putusan ringkasan membuat  kekacauan politik selama Revolusi Kebudayaan (1966-1976).

China mengatakan menerima antara 3 juta dan 4 juta keluhan dalam bentuk ‘surat dan kunjungan’ setiap tahun, dengan jumlah yang memuncak pada tahun 2003 mencapai 12.720.000 keluhan. (RFA/man)

(Sumber: erabaru.net, Kamis, 24 Maret 2011)

ww.erabaru.net/top-news/36-news1/24336-pemohon-china-diserang-dan-dipukuli

 

Post a comment or leave a trackback: Trackback URL.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: