China Gemetar soal Timteng

Canberra, Rabu – China bereaksi keras terkait perlawanan rakyat terhadap sejumlah pemerintahan di Tunisia, Mesir, dan Libya. China menekan minoritas etnis Uighur. Demikian dikatakan Rabiya Kadeer, aktivis Uighur, di ruang parlemen Australia di Canberra, Rabu (23/3).

Kadeer diundang dua anggota parlemen Australia. China keberatan atas undangan itu dan menyebutnya sebagai seorang separatis. Pengusaha berusia 65 tahun asal China, yang kini bermukim di AS, itu mengatakan, penggulingan rezim di Timur Tengah mengirimkan sinyal kegugupan pada pemimpin China.

Ada kekhawatiran bahwa kesabaran rakyat bisa habis dan suatu hari rakyat bangkit menantang rezim. Kadeer mengatakan, China telah menjawab kekhawatiran itu dengan melakukan tindakan keras.

Aksi aparat membuat kota-kota di bagian barat China, seperti Kashgar dan Urumqi, mirip zona perang. Tentara menggeledah rumah-rumah dan mengumpulkan sejumlah warga minoritas Muslim Uighur. Aparat juga mencari-cari alasan untuk menahan mereka.

”Kejadian di Tunisia dan Mesir memberikan efek kuat pada rakyat Uighur dan rakyat China secara umum soal harapan akan sebuah dunia yang lebih baik dan perubahan,” kata Kadeer kepada para anggota parlemen, wartawan, dan staf politik.

Perang saudara

Sejumlah pemerhati isu hak asasi manusia mengatakan, aparat keamanan menggunakan kekhawatiran akan terjadinya demonstrasi, yang terdorong akibat kasus di Timur Tengah. Ini telah dijadikan sebagai dalih untuk menindak keras dan meluas siapa pun yang menurut pemerintah menjadi ancaman.

Sementara itu, aksi protes dan tindakan keras masih mewarnai keadaan di beberapa negara Timur Tengah. Di Sana’a, ibu kota Yaman, Presiden Ali Abdullah Saleh memperingatkan bahwa negara itu bisa jatuh ke sebuah perang saudara ”berdarah”.

Dukungan kepada Presiden dari kalangan sekutu politik dan militer telah runtuh. Kubu oposisi juga menolak tawaran Presiden untuk mundur sebelum akhir 2011. Puluhan ribu orang berdemonstrasi di ibu kota untuk menuntut pengunduran dirinya segera.

Aksi demonstran menguat setelah komandan militer bergabung dan mendukung perjuangan mereka.

Hari Rabu, pasukan Suriah menewaskan sedikitnya enam orang dalam serangan ke sebuah masjid di kota Deraa, Suriah selatan. Di kota tersebut berlangsung demonstrasi menantang pemerintahan Presiden Bashar al-Assad.

Bahrain menghentikan penerbangan ke dan dari Lebanon setelah memperingatkan warganya untuk tidak bepergian ke Lebanon. Hal tersebut dilakukan setelah kelompok Hezbollah Lebanon menyatakan dukungan kepada kaum Syiah Bahrain. (AP/Reuters/DI)

(Sumber: Kompas, Kamis, 24 Maret 2011)

 

Post a comment or leave a trackback: Trackback URL.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: