Revolusi Melati dengan Senyuman

Oleh: Matthew Robertson, Minggu, 06 Maret 2011

Polisi berjaga-jaga di sepanjang jalan belanja Wanfujing di Beijing setelah pengunjuk rasa berkumpul pada 20 Februari 2011. Sebuah website yang mengaku mewakili tumbuh dirumah Revolusi Melati China telah meminta rakyat untuk turun ke jalan, setiap hari Sabtu pukul 6.00 WIB. (Petrus Taman / Getty Images)

Panggilan baru untuk protes massa setiap hari Sabtu diposting di internet

Mereka mendeklarasikan postingan mereka sebagai  “Pemrakarsa Revolusi Melati China,” dan memberikan informasi berkala tentang perkembangan situasi dengan instruksi ultra-spesifik pada keadaan setempat, tata-cara  protes, dan sikap politik yang akan dilakukan.

Mereka mengatakan bahwa setiap orang hanya perlu datang, berjalan-jalan dan tersenyum. Dampak tindakan tersebut mungkin bermakna lebih dari satu hal, kata  para aktivis dan pengamat.

“Saya melihatnya sebagai kegiatan kecil,” kata sarjana China Perry Link dalam wawancara di telepon. “Terus bergerak mencegah polisi memaksa anda untuk pergi dan di pindahkan. Saya pikir itu alasan mereka berjalan-jalan. Tapi saya tidak merasa ini adalah pertanyaan besar,” katanya.

Panggilan untuk berjalan kaki, tersenyum dan turun ke jalan dimulai pada 28 Februari lalu. Dalam laporan mereka sebagai pemrakarsa terdaftar 41 kota lokasi protes. Salah satu lokasi miaslnya di kota Lanzhou, dekat Kentucky Fried Chicken di alun-alun Dongfanghong. Posting internet itu melemparkan jaring lebar untuk “semua kelompok sosial” untuk berjalan di sekitar lokasi, bersama-sama dan dengan demikian “mengubah negara Anda!”

Penyelenggara secara bebas mengejek pimpinan komunis dan slogan mereka “hampir mati.” Mereka mengatakan dalam pengumuman terakhir mereka bahwa gerakan harus dengan nama berkode  “Tiga Wakil,” yang mengolok-olok teori mantan pemimpin rezim komunis China Jiang Zemin.

Mereka menulis bahwa panggilan berunjuk rasa mereka dilakukan pada “periode terbaik hak asasi manusia dalam sejarah China,” yang mentertawakan pernyataan yang dibuat oleh pimpinan komunis ketika menepis kritik terhadap catatan hak asasi manusia mereka.

Belum yakin siapa pembuat panggilan

“Situasi ini cukup kompleks pada saat ini,” kata Wei Jingsheng, aktivis China terkemuka yang sekarang tinggal di Washington, DC “Banyak orang tidak tahu, dan bahkan kita tidak tahu ini tentang apa. Kita tidak tahu apakah itu jebakan atau tidak.”

Sejak perlawanan di Afrika Utara dan Timur Tengah, ada banyak, panggilan tidak terkoordinasi untuk protes di China. Seperti instruksi  tanpa nama yang diberikan pada internet yang dilakukan pada hari Minggu, 20 Februari lalu untuk pertemuan kecil pengunjuk rasa di kota-kota besar China.

Peserta diminta untuk berkumpul di pusat-pusat keramaian dan menyanyikan slogan. Instruksi-instruksi dan rincian lainnya dianggap mencurigakan oleh beberapa aktivis, yang melihat peristiwa ini sebagai cara yang efektif bagi PKC untuk menjebak dan menangkap orang. Sejumlah besar aktivis ditangkap sebelum aksi protes berlangsung, dan ada beberapa laporan para aktivis dipukuli.

Sementara panggilan saat ini hanya untuk berjalan-jalan berkeliling dan tersenyum tidak mungkin menjadi perangkap, takut beberapa hal itu mungkin meremehkan tema revolusi.

“Itu bisa merubah sebuah gerakan protes nyata ke dalam lelucon. Begitu berita dari (Revolusi Melati) ke luar, PKC bergerak sangat cepat,” kata Wei. “Di masa lalu mereka telah berpaling apa yang sesuatu yang lebih serius menjadi sesuatu yang lebih lembut, sesuatu yang tidak bisa menjadi  tantangan.”

Website ini mengatakan bahwa panggilan untuk berjalan-jalan dimaksudkan untuk menginspirasi sentimen demokratis, membebaskan para aktivis tingkat tinggi, dan mengembalikan hak rakyat.

“Kita harus jelas tentang tujuan akhir dari setiap gerakan: yakni menyingkirkan PKC,” kata aktivis Tang Baiqiao. Berjalan-jalan tersenyum itu baik-baik saja, kata aktivis Tang Baiqiao, tetapi perlu melangkah lebih jauh dari itu.

“Kita tidak bisa menuntut PKC turun hanya untuk reformasi. Kita harus jelas tentang tujuan akhir dari setiap gerakan: ini tentang menyingkirkan PKC. Itulah semangat revolusi,” kata Tang.

Tang, seorang aktivis demokrasi senior, adalah penulis buku “My Two Chinas: The Memoir of a Chinese Counterrevolutionary” dan sekarang tinggal di Amerika Serikat. Ia waspada terhadap kata-kata itu. Panggilan protes di situs internet molihuaxingdong, secara harfiah mengacu pada “Revolusi Melati.” Meskipun isi merujuk bergantian untuk sebuah ‘gerakan’ dan ‘revolusi,’ ujar Tang, sangat penting untuk disimpan sebagai kategori terakhir. “Saya tidak menentang mereka, tetapi kita harus jelas tentang tujuan akhir.”

Sebuah pernyataan baru-baru ini muncul di situs internet dengan mengeluarkan 10 pernyataan. Mereka termasuk yang berdemonstrasi harus beradab, rasional, dan bukan hanya berteriak slogan, bahwa mereka harus menyebarkan berita sampai jauh dan luas, dan generasi muda harus terlibat serta menggunakan media sosial untuk menyebarkan pesan.

Pernyataan keenam menyarankan, “Segera setelah orang mengalami masalah, seharusnya semua orang orang di sekitar membantu, dan berteriak “Tangkap ada Pencopet!”

Mereka memilih jam 6 sore pada hari Sabtu karena di bawah selimut kegelapan, kamera pemerintah tidak akan bekerja dengan baik. Pemerintah harus membuang uang menggunakan polisi khusus pada akhir pekan juga. Ini akan mengganggu mereka.

Pernyataan ke 10 terlihat serius, “Meskipun sekarang kita relatif tenang, pada waktu yang tepat kita dengan jelas akan menyatakan tuntutan-tuntutan kita.”

Untuk Mr. Link, pertanyaan kunci adalah apakah elite aktivis China dapat memanfaatkan telaga besar ketidakpuasan masyarakat terhadap rezim sperti PHK, petani yang dirampas  tanahnya, dan kelompok agama yang dianiaya. “Ada banyak ketidakpuasan dalam tarap permulaan,” ujar Link – dalam taraf permulaan karena “jika Anda mengorganisir anda akan dibunuh.”

“Hadir dan tersenyum semacam ini di depan polisi, saya tidak percaya akan menggoyang kapal besar. Saya kira ada perahu besar untuk dilempar, tapi saya kira batu ini tidak akan mengena,” kata Link.

Para aktivis dan pengamat akan mengamati dengan hati-hati. “Kita tidak bisa menilainya secara jelas pada saat ini,” kata Wei. “Tapi ini sangat menarik. Kami harus melihatnya lebih dekat. Setiap orang harus menonton ini.” (EpochTimes/man)

(Sumber: Erabaru.net, 6 Maret 2011)

http://www.erabaru.net/top-news/36-news1/23866-revolusi-melati-china-senyuman-pejalan-kaki

 

Post a comment or leave a trackback: Trackback URL.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: