Target Pertumbuhan Ekonomi China Diturunkan

BEIJING – Setelah berhasil menjadi negara maju terbesar dengan laju pertumbuhan ekonomi yang tinggi, Sabtu (5/3) mendatang Pemerintah China dalam sidang tahunan parlemen akan memaparkan rencana program kebijakan ekonomi 2011 – 2015.

Pemerintah China juga akan menetapkan target pertumbuhan untuk lima tahun ke depan rata-rata 7 persen. Periode sebelumnya, 2006-2011, China menargetkan pertumbuhan 7,5 persen, namun dalam kenyataannya selalu melebihi target.

“Rencana lima tahun China itu diharapkan dapat menjadi acuan banyak negara dalam menyusun pola pembangunan ekonomi,” kata Eswar Prasad, mantan Kepala Divisi China di lembaga Dana Moneter Internasional (International Monetary Fund/IMF), Rabu (2/3).

Ditambahkan, tujuan utama dari rencana China tersebut adalah reorientasi pertumbuhan yang lebih seimbang dan berkelanjutan. “Hal itu diperlukan untuk menjamin stabilitas sosial yang lebih kuat,” imbuh Prasad, profesor kebijakan perdagangan di Universitas Cornell.

Cetak biru kebijakan ekonomi China itu akan fokus pada peningkatan kesejahteraan rakyat, mengembangkan inovasi, dan mengurangi produk yang mengandung emisi karbon. Kebijakan ekonomi lima tahunan China itu juga menekankan peningkatan upah pekerja dan memperkecil kesenjangan kekayaan dengan tujuan agar tidak terjadi kerusuhan sosial.

Sebelumnya, PM China Wen Jiabao mengatakan Pemerintah China menetapkan penurunan target pertumbuhan untuk periode 2011-2015 sebagai bagian dari usaha untuk menciptakan ekonomi yang jauh lebih berkesinambungan.

“China juga akan menempatkan stabilitas sosial di jantung ekonomi,” kata Wen. Beijing dilaporkan akan menghabiskan lebih dari 4 triliun yuan atau setara dengan 609 milliar dollar AS untuk pengembangan industri bioteknologi, manufaktur, dan peralatan berteknologi tinggi, serta kendaraan ramah lingkungan. Hal tersebut dapat menciptakan peluang bisnis bagi investor asing yang telah lama mengeluhkan tentang pembatasan akses ke pasar China.

Namun, sejumlah ahli memperingatkan bahwa cetak biru ekonomi China tidak dapat diatur secara baku dan prioritas pemerintah dapat berubah jika pemulihan ekonomi global mengalami kemandekan. “Presiden Hu Jintao telah membuat dengan jelas prioritas utama kebijakannya, yakni stabilitas sosial dibanding hal lainnya,” kata Patrick Chovanec, profesor ekonomi dari Universitas Tsinghua di Beijing.

Semakin Matang Sementara itu, ekonom Samuel Sekuritas Lana Soelistianingsih mengatakan China saat ini sedang menuju ekonomi yang semakin matang. Apalagi, Negeri Tirai Bambu itu lebih mengandalkan upah buruh murah agar biaya produksi bisa lebih murah sehingga bisa sesering mungkin memproduksi barang untuk dipasarkan dan menumbuhkan ekonomi negara itu. “Kenaikan gaji buruh itu satu konsekuensi dan memang tidak bisa dihindarkan,” jelasnya. Ekspansi ekonomi China memang menakjubkan.

Terbukti, Pemerintah Amerika Serikat mengakui China telah membeli surat utang atau obligasi pemerintah negara adi kuasa itu (US T-Bill) bernilai 1,16 triliun dollar AS. Negeri Tirai Bambu itu juga dikabarkan membeli obligasi pemerintah Yunani dan Portugal.

Di kawasan Asia, investasi China di Jepang terlihat makin dominan ketika pada April-September 2010 pemegang saham atas nama SSBT OD05 Omnibus Account Treaty Clients muncul dalam daftar sepuluh pemegang saham terbesar sejumlah perusahaan terkemuka Jepang, seperti Toshiba Corp, Shiseido Co, Kirin Holdings, dan Tokyo Electric Power Co.

Kekuatan ekonomi China sebenarnya lebih banyak ditopang oleh keberhasilan alih teknologi di sektor industri. Contohnya, dari perkembangan teknologi kereta cepat (high speed rail/HRS) yang meningkat pesat.
AFP/Rtr/had/fi a/AR-2

(Sumber: Koran Jakarta, Kamis, 03 Maret 2011)

http://koran-jakarta.com/berita-detail.php?idkat=25&id=76795

Post a comment or leave a trackback: Trackback URL.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: