Rakyat China Terinspirasi Protes Timteng

Seorang pria (tengah) ditangkap polisi di Shanghai, China, Minggu (27/2). Sebuah imbauan di internet agar warga China berani melawan pemerintahan komunis China berhasil membangkitkan perlawanan dari segelintir warga. Mereka ingin menghadapi perubahan seperti yang terjadi di Tunisia dan Mesir.

Shanghai, Minggu – Polisi dalam jumlah besar memadamkan aksi-aksi protes di China hari Minggu (27/2). Di China juga muncul sejumlah imbauan lewat internet agar rakyat mengadakan demonstrasi damai seperti gerakan demokratis di Timur Tengah dan Afrika Utara. Di dekat Lapangan Rakyat di Shanghai, para polisi berseragam meniupkan peluit tidak henti-henti.

Mereka berteriak agar orang-orang jangan berkerumun. Sekitar 200 orang, gabungan dari penonton dan simpatisan, berkumpul di dekat lapangan itu. Mereka bertahan menghadapi suara peluit yang memekikkan pendengaran itu.

Di Beijing, truk-truk yang biasanya digunakan untuk menyirami jalan dipakai aparat untuk menyemprotkan air. Hal itu bertujuan memaksa massa pemrotes terdesak ke pinggir jalan. Di ibu kota China ini, aksi protes warga juga mulai bermunculan. Para wartawan asing yang meliput kejadian itu menghadapi kontrol ketat dari polisi.

Di Shanghai, hari Minggu pihak berwenang menghubungi para wartawan asing dan secara tidak langsung memperingatkan mereka untuk menjauhi tempat-tempat protes berlangsung. Di Beijing, para aparat membuntuti beberapa reporter dan menghalangi mereka yang membawa kamera memasuki pusat-pusat perbelanjaan di kawasan Wangfujing. Di kawasan ini para penyelenggara telah mengimbau agar aksi protes diadakan.

”Revolusi Melati”

Polisi berpakaian sipil sempat memukul seorang reporter dari stasiun televisi Bloomberg News, yang kemudian diciduk untuk ditanyai. Polisi juga memeriksa orang- orang yang lewat dan memperingatkan wartawan foto asing di Beijing dan Shanghai setelah sebuah situs internet China yang berbasis di AS menyebarkan imbauan agar China meniru ”Revolusi Melati” yang menyapu Timur Tengah dan melakukan demonstrasi mendukung perubahan demokratis.

Para pejabat Partai Komunis China menolak gagasan bahwa mereka bisa terkena aksi-aksi protes seperti yang telah melanda Timur Tengah. Namun, sejumlah penahanan dan sensor diskusi di internet mengenai Timur Tengah telah memperlihatkan Beijing sangat khawatir. Ada tanda-tanda perlawanan rakyat terhadap sistem pemerintahan dengan dominasi Partai Komunis.

Pemerintah China memperlihatkan kemampuan pasukan keamanan yang besar dan canggih yang didanai dari hasil pertumbuhan ekonomi yang pesat. Tidak jelas jumlah orang yang datang untuk berdemonstrasi. Namun, respons lebih besar dari rakyat dibandingkan dengan respons pekan lalu memperlihatkan imbauan berdemo itu membuat pemerintah cemas.

Berbeda dari Mesir dan Tunisia, China mengalami pertumbuhan ekonomi yang sangat baik. Namun, para pemimpin negara itu menghadapi inflasi dan mengkhawatirkan gerakan demokratis tersebut bisa mengakar. ”Inflasi yang naik cepat telah memengaruhi kehidupan rakyat dan hal ini bisa memengaruhi stabilitas sosial,” kata Perdana Menteri Wen Jiabao dalam percakapan internet hari Minggu.

Diskusi di internet, yang tidak diketahui asalnya, beredar di sebuah situs milik China perantauan 10 hari lalu. Mereka mengimbau warga China berkumpul dengan damai di tempat-tempat tertentu setiap hari Minggu untuk mendorong keadilan dan demokrasi. (AP/Reuters/DI)

(Sumber: Kompas, Senin, 28 Februari 2011)

Post a comment or leave a trackback: Trackback URL.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: