Internet dan Akhir dari Kediktatoran

 

Oleh: Ma Tianxiang

Editor Umum dari Dajiyuan (Epoch Times Mandarin), Guo Jun, berbicara di semintar tentang “Internet dan Berakhirnya Kediktaktoran” diadakan di San Fransisco pada 22 Febuari. (Ma Youzhi/The Epoch Times)

Grup Epoch Times mengundang ahli AS dalam berbagai bidang untuk ikut dalam seminar bertema,”Internet dan Berakhirnya Kediktaktoran,” di San Fransisco pada 22 Febuari lalu. Para ahli menganalisa iklim perubahan politik yang dibawa oleh Internet.

Dengan situs-situs web baru-baru ini memegang peranan penting dalam revolusi terhadap kediktaktoran di Afrika Utara dan Timur Tengah, topik berubah pada Partai Komunis China (PKC), kediktaktoran yang paling berkuasa dan berakar dalam yang pernah dikenal, mungkin akan berantakan juga.

Sejumlah penduduk China membuat rekaman atas perasaan mereka akan hal ini, beberapa diputar dalam seminar. Mereka mengungkapkan penghargaan mereka kepada para ahli Internet luar negeri karena membuat piranti lunak anti sensor.

Beberapa ahli dalam seminar mengajukan frase baru bagi Internet: ”Sudahkah anda mengundurkan diri?” (red. keluar dari afiliasi PKC seperti kelompok pemuda atau militer). Yang mana ini akan menstimulasi lebih banyak orang China keluar dari organisasi PKC.

“Selama dua tahun terakhir,” Editor Umum Dajiyuan (Epoch Times Mandarin), Ms. Gao Jun, berkata,”kami telah melihat naiknya sentimen anti kediktatoran diantara bloger-bloger China. Mereka telah mulai melihat dunia dan mengukur benar dan salah dengan mata mereka sendiri. Sementara itu sejumlah besar orang China mengumumkan pengunduran diri mereka dari PKC dan masuk ke situs web Dajiyuan melalui piranti lunak anti sensor setiap hari. Sekarang, hampir 90 juta orang telah keluar dari organisasi PKC (Partai Komunis China, Liga Pemuda Komunis, Pionir Muda) seperti yang dilaporkan oleh situs web Dajiyuan (http://tuidang.epochtimes.com/).”

Faktor Penentu Situs Web

“Dalam era Internet,” katanya, ”ada tiga faktor yang memainkan peranan menentukan dalam membina ideologi anti kediktaktoran: Pertama adalah kenyataan. Epoch Times telah melaporkan kenyataan yang dihalangi oleh PKC selama beberapa tahun. Lainnya adalah setiap individu adalah medium jadi setiap orang dapat didengar pendapatnya. Terakhir adalah adanya ribuan kelompok berbeda terbentuk melalui internet. Fitur-fitur ini menunjukkan bahwa Internet tidak bisa berdampingan dengan kediktaktoran.”

Alan Huang, ahli dari Konsorsium Kebebasan Internet Global (GIFC), berkata, ”Misi dari GIFC adalah menggunakan teknologi untuk mengungkap penganiayaan PKC terhadap praktisi Falun Gong dan untuk mendorong kebebasan Internet. Piranti lunak anti sensor yang dikembangkan oleh praktisi Falun Gong telah mendunia. Itu paling banyak digunakan dan paling hebat di antara semua piranti anti sensor. Piranti ini digunakan oleh peselancar di daratan China. Ada satu juta pengunjung dari China, dua juta halaman dilihat dan lebih dari satu juta peselancar dari China mendobrak firewall PKC setiap hari.”

Mr. Zhang Zengjun, insinyur senior jaringan untuk Google, berkata bahwa operator Internet tidak mau bekerjasama dengan rezim otoriter, karena sensor web memerlukan begitu banyak orang dan sumberdaya dan kecepatan Internet akan menurun. Dan juga ada resiko, sebagai bisnis, perusahaan mungkin akan ditutup karena sensor.

Feng Congde, pemimpin pelajar selama Gerakan Tiananmen 1980an, percaya bahwa PKC sepenuhnya tidak dapat menutupi informasi dari orang-orang. “Jika Internet diputus, masih ada hp; jika itu diputus, masih ada saluran gelombang pendek Jaringan Radio Sound of Hope,” kata Feng.

Pujian Bagi Pendobrak Blokade

Banyak peselancar di China termasuk pejabat pemerintah, ahli ekonomi, para ahli dan profesor meminta wartawan Dajiyuan untuk mengungkapkan terima kasih mereka kepada ahli anti sensor luar negeri dalam seminar.

“Melalui piranti anti sensor, kami dapat mengetahui informasi sebenarnya tanpa sensor oleh PKC. Kami berselancar ke banyak situs web luar negeri dan mendapatkan banyak fakta baru. Kami belajar lebih banyak tentang kediktaktoran dan manipulasi PKC,” kata Mr. Zhang, peselancar dari Xinjiang.

“Kami sekal lagi mengungkapkan rasa terima kasih kami kepada para ahli piranti anti sensor luar negeri,” kata Sun Wenguang, mantan profesor dari Universitas Shandong. “Tanpa mereka, kami tidak dapat mengakses berita luar negeri.”

“Para ahli Falun Gong membuat piranti anti sensor bagi kami. Pendapat saya itu adalah kontribusi terbesar atas kemajuan masyarakat China,” kata Qi Yanchen, ekonom dari daratan China.

Seminar ini dipandu oleh pembawa berita Sound of Hope, Ms. Gao Jie dan Kepala Editor situs web The Epoch Times, Mr. Jan Jekielek. (EpochTimes/ray)

(Sumber: Erabaru.net, Senin, 28 Februari 2011)

http://www.erabaru.net/top-news/36-news1/23689-internet-dan-akhir-dari-kediktatoran

 

Post a comment or leave a trackback: Trackback URL.

Komentar

  • Adam Kurniawan  On Maret 1, 2011 at 7:31 pm

    Nice post n good blog sob…
    Lanjut terus…
    Ditunggu posting selanjutnya ya…

    Jangan lupa juga kunjungan balik ya…
    Dan kasi komennya ya sob di blog saya…🙂

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: