Di Balik Lengsernya Menteri Perkeretaapian

Pertama dari kiri : Menteri Perkereta-Apian Liu Zhijun yang lengser. (GETTY IMAGES)

Pemberantasan pejabat korup oleh penguasa China sudah bukan hal baru lagi. Lalu apa uniknya kasus lengsernya Menteri Perkereta-apian merangkap Sekretaris Partai, Liu Zhijun, baru-baru ini?

Liu Zhijun yang telah menikah tiga kali dan memiliki 18 perempuan simpanan hanyalah salah satu contoh playboy di kalangan pejabat korup Partai Komunis Tiongkok (PKT). Berbicara mengenai jabatan, Liu juga bukan orang pertama, mantan Menteri Sumber Daya Alam Tian Fengshan dan Sekretaris Kota Shanghai Chen  Liangyu juga setali tiga uang.

Pengunduran diri Liu Zhijun menjadi topik pembicaraan hangat. Hal pertama yang perlu ditelusuri adalah keahlian menjilat Liu, yang awalnya hanyalah pekerja perawatan rel kereta api hingga menjadi menteri, yang tentunya tidak terlepas dari dukungan Jiang Zemin.

Kedua, Liu mengendalikan kekayaan Departemen Perkereta-apian yang mencapai 2,46 triliun RMB dan investasi tahunan kereta api cepat yang mencapai 700 miliar RMB. Besarnya kekuasaan Liu, dibarengi pula dengan kemampuan korupsinya. Diperkirakan, dari 60 miliar RMB uang gelap hasil korupsi di Departemen Perkereta-apian, sekitar 12 miliar di antaranya ada kaitannya dengan keluarga Liu.

Delapan tahun setelah menjabat sebagai menteri, Liu Zhijun beberapa kali pernah diisukan akan dilengserkan dari jabatan karena bersekongkol dengan adik kandungnya Liu Zhixiang (wakil kepala dinas kereta api Wuhan) yang menyewa pembunuh bayaran untuk membunuh orang.

Meski terkait kasus pelanggaran dan korupsi, namun keduanya tetap aman tak tersentuh. Sejak Sidang DPR dan MPR pada Maret 2007 beberapa anggota dewan sudah mengajukan usulan untuk mencopot Liu dari jabatan, tapi hal itu berhasil diredam. Dengan kata lain, meski Liu terlibat masalah serius, PKT sama sekali tidak berniat menyentuhnya.

Korupsi sudah menjadi tradisi dalam tubuh PKT, korupsi Liu Zhijun sudah bukan hal 1-2 hari lagi. Lalu apa latar belakang yang menyebabkan lengsernya Liu?

Pertama, petinggi PKT merasa sangat takut peristiwa Arab akan terhembus ke negaranya, dengan mempersembahkan kambing hitam dulu untuk menghibur hati rakyat, sekaligus mengalihkan perhatian agar Revolusi Mesir tidak sampai menjalar ke RRT.

Suksesnya Revolusi Mesir dan lengsernya Liu bertepatan pada tanggal 12, namun ini bukanlah suatu kebetulan yang sederhana. Ada indikasi bahwa lengsernya Liu dikarenakan petinggi PKT mendesak agar proses tersebut segera terealisasi pada tanggal 12. Petinggi PKT terus menyoroti perkembangan Revolusi Mesir dan rencana tindak pencegahan.

Pada 10-11 Februari, Liu Zhijun masih dalam proses pemeriksaan. 12 Februari siang, Departemen Perkereta-apian mengeluarkan pengumuman darurat, meminta agar seluruh kader kelas atas menghadiri rapat. Sore harinya, Kepala Bea Cukai Pusat Sheng Guangzhu mengumumkan akan mengganti posisi Liu Zhijun. Malam hari itu juga, situs internet Departemen Perkereta-apian menghapus seluruh data yang berkaitan dengan Liu. Dengan kata lain, lengsernya Liu sangat mungkin merupakan salah satu strategi PKT untuk mencegah dampak lengsernya Mubarak berimbas pada RRT dan mengamankan kekuasaan.

Tentu saja, Liu sudah diincar PKT setelah mempertimbangkan besarnya kesalahan serta pengaruhnya. Beberapa tahun ini masyarakat mengalami kesulitan untuk mendapatkan tiket kereta api saat liburan Tahun Baru Imlek, ditambah lagi lambatnya sistem pertiketan dan maraknya calo tiket selalu menjadi kecaman di tengah masyarakat.

Salah satu penyebabnya adalah oknum jawatan kereta api membeli tiket lalu menjualnya kembali. Tahun lalu tiket mahal kereta api cepat menerapkan harga tinggi, sekaligus mengurangi jatah tiket ekonomi sehingga memicu kemarahan masyarakat. Liu dan Departemen Perkereta-apian akhirnya menjadi sasaran kecaman.

Tentu saja PKT takut bila angkutan mudik liburan Imlek bermasalah, karena ratusan juta massa yang terdiri dari petani, buruh, dan pekerja kelas rendah mungkin akan berunjuk rasa. PKT sendiri menyadari dengan lengsernya Liu dan 100 orang pejabat tinggi lainnya meski tidak dapat menyelesaikan masalah pada sistem kereta api, namun beranggapan setidaknya dapat meredam sesaat.

Kedua, faktor perseteruan Jiang dan Hu yang sudah menjadi “tradisi”. Tak dapat dipungkiri, gebrakan anti-korupsi dalam tubuh PKT sudah menjadi salah satu alat untuk merebut kekuasaan dan mengenyahkan lawan politik. Liu Zhijun merupakan orang yang dipromosikan Jiang.

Ternyata pada “Sidang 16” tahun 2002, di antara Jiang dan Hu ada suatu kesepakatan rahasia, yakni Jiang menyerahkan jabatan Sekjen dan kepala negara kepada Hu, namun tetap mempertahankan jabatan Kepala Komite Militernya. Sementara pada “Sidang 18” Hu mengikuti aturan main Jiang. Tapi kini Jiang justru mengatakan bahwa “Setelah Sidang 18 kamerad Hu sudah seharusnya mundur.” Hu akhirnya melancarkan serangan balasan dengan cara mengeluarkan kartu anti-korupsi untuk membalas Jiang.

Yang patut diperhatikan adalah, Hu pernah beberapa kali “unjuk gigi” terhadap Jiang, termasuk mengumpulkan bukti seluruh kebobrokan dagang putranya, Jiang Mianheng, mengungkap realita aib Jiang sebagai anggota partai palsu, keluarga pahlawan palsu dan penjual negara, serta diam-diam mengungkap dakwaan terhadap Jiang di luar negeri akibat penindasan terhadap Falun Gong. Perseteruan Jiang dan Hu sangat mungkin akan berakhir dengan “Hu membantai Jiang”.

Bagi Hu dan Wen (PM RRT), menyelesaikan masalah Falun Gong secara positif dan mencerai beraikan PKT adalah satu-satunya jalan untuk menundukkan Jiang dan membawa Tiongkok melangkah ke arah jalan terang. Ini juga merupakan peran terakhir yang seharusnya dimainkan Hu dan Wen, jika tidak mereka juga akan menapak jalan kehancuran yang sama dengan Jiang maupun PKT.  (Li Tianxiao / The Epoch Times / whs)

(Sumber: EpochTimes.co.id, Minggu, 27 Febuari 2011)

http://www.epochtimes.co.id/china.php?id=803

 

Post a comment or leave a trackback: Trackback URL.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: