Akankah Mesir Bangkitkan China?

Ditulis oleh Xin Fei/ The Epoch Times

“Sekarang mumi-mumi telah terbangunkan, akankah tentara terracotta tetap tertidur?” telah menjadi sebuah ungkapan di kalangan blogger China setelah presiden Mesir Mubarak dipaksa keluar dari kantornya.

Penguasa selama 30 tahun, Presiden Mesir Mubarak telah turun tahta, dan akhir dari kediktatoran itu dirayakan, rakyat dari negara-negara lain di kawasan itu mulai menuntut kebebasan, demokrasi, dan mengakhiri korupsi. Protes-protes telah bermunculan di Aljazair, Yaman, Suriah, dan Maroko. Orang-orang mulai bertanya-tanya selanjutnya diktator manakah yang akan mundur.

Ahli China, Tang Boqiao mengemukakan wawasannya atas efek dari kemenangan di Mesir bisa saja terjadi pada orang-orang China.

“Gerakan Demokrat telah terjadi di berbagai negara di Timur Tengah, negara-negara Muslim yang dianggap beberapa sarjana barat sebagai tempat yang tidak mungkin bagi gerakan demokrasi apapun untuk terjadi. Mesir adalah negara yang paling padat penduduknya di Timur Tengah. Gerakan demokrasi di Mesir akan memiliki efek bola salju dan akan memulai babak lain dari demokratisasi,” seru Tang yakin.

“Gerakan di Mesir akan memiliki dampak yang lebih besar di China daripada terjadi di negara apapun,” tegas Tang. Baik Mesir maupun China adalah peradaban kuno; dua-duanya adalah rezim diktator yang menggunakan alasan “Kemajuan demokratisasi harus lambat karena panjangnya sejarah negara dan beban berat yang menyertainya,” dan “kualitas rakyat terlalu rendah untuk demokrasi.”

“Keberhasilan demokrasi di Mesir sekarang ini menunjukkan bahwa mereka semua bohong,” kata Tang. “Apa yang terjadi di Mesir hari ini adalah latihan untuk kemajuan China akan demokrasi karena mengurangi hambatan yang mungkin timbul di dalam China selama proses tersebut.”

Seperti yang diperkirakan Tang, baru-baru ini telah ada orang-orang China yang meninggalkan Partai Komunis China (PKC) dan afiliasinya di website spesial Epoch Times (Dajiyuan) yang didisain bagi orang-orang China untuk mengundurkan diri dari PKC sehubungan dengan peristiwa kebangkitan di Mesir.

Pada 12 Februari 2011, “Xiang Yu” (nama samaran) keluar dari Pioner Muda China, dan berkata: “Orang-orang Mesir menang, kami orang-orang China sedang menuju ke sana. Saya tidak menganjurkan menggulingkan PKC dengan kekerasan karena kita harus lebih bengis dari mereka dan menjadi seperti mereka. Ini harus dilakukan seperti di Tunisia dan Mesir, dengan persatuan niat dan hati dari rakyat.”

Pada 8 Februari 2011, tujuh orang (Liu Xiuying, Yang Yongzhe, Cao Minfen, dll) dari Provinsi Jilin mengatakan dalam pernyataan mereka untuk mundur dari PKC dan afiliasinya: “Orang-orang di Tunisia menggulingkan kediktatoran.Orang-orang di Mesir telah terbangunkan dan kediktatoran adalah menghancurkan. PKC takut orang-orang keluar darinya karena akhir hayatnya telah datang.”

Pada 6 Februari 2011, “Cahaya Kebebasan” mengatakan dalam pernyataan, “2011 adalah tahun reformasi. Mumi-mumi di Mesir telah terbangunkan. Musim semi sedang datang dan itu adalah waktu bagi semua hal untuk terbangunkan!”

Menurut Tang, orang-orang China memiliki keuntungan karena gerakan yang terus-menerus dari orang-orang yang mundur dari PKC dan organisasi afiliasinya. “Dengan dasar yang kuat, transformasi China di masa depan akan dibuat lebih damai dan mulus.”

“Meninggalkan PKC dan afiliasinya adalah cara yang paling damai dan rasional bagi orang-orang China untuk mencapai demokrasi. Sejauh ini, 90 juta orang China telah mengundurkan diri dan menarik garis yang jelas antara mereka dan PKC. Hati mereka ada di Lapangan Tiananmen. Dalam kehidupan sehari-hari, orang-orang ini terus menerus bicara tentang hal ini dan mempromosikannya dalam semua kesempatan.”

Manajer Google di Mesir telah menjadi pahlawan karena menyebarkan berita online. Tang percaya mereka yang mengundurkan diri dari PKC dan afiliasinya adalah pahlawan yang sebenarnya juga, karena “proses mengundurkan diri itu adalah salah satu yang menghancurkan tembok besi PKC. Sekarang bangunan itu akan runtuh.”

Wu Fan, komentator politik dan Presiden Pemerintah Sementara China, mengatakan kepada The Epoch Times bahwa kunci keberhasilan di Mesir adalah bahwa mereka memiliki tujuan yang jelas dari awal sampai akhir – diktator itu harus mundur. “Semua orang percaya pada hal yang sama dan mereka tidak berkompromi atau menyerah, tidak mempunyai harapan palsu bagi diktator.” (EpochTimes/khl)

(Sumber: Erabaru.net, Kamis, 24 Februari 2011)

http://www.erabaru.net/top-news/38-news3/23611-akankah-mesir-bangkitkan-china

 

Post a comment or leave a trackback: Trackback URL.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: