Pemerintah China Peringatkan Kerusuhan Domestik

Beijing, Selasa – Pemerintah China menghadapi suatu masa pergolakan karena kerusuhan dalam negeri dan tantangan dari ”kekuatan-kekuatan Barat yang bermusuhan”. Tantangan itu akan dihadapi dengan kontrol yang lebih canggih, kata seorang pejabat penegakan hukum Partai Komunis.

Chen Jiping, Deputi Sekjen Komite Urusan Politik dan Hukum Partai Komunis, memperingatkan hal itu di sebuah majalah mingguan yang diterbitkan oleh kantor berita resmi Xinhua, Selasa (22/2). Dalam artikel itu, Chen menyalahkan negara demokratis Barat karena menimbulkan kerusuhan.

Chen tidak menyebut rangkaian protes yang telah mengguncang pemerintah otoriter di Timur Tengah dan ucapannya mencerminkan kekhawatiran Partai Komunis di dalam negeri.

Namun, pemberontakan yang menggulingkan Presiden Hosni Mubarak di Mesir, dan kini mengancam orang kuat Libya Moammar Khadafy, kemungkinan besar akan memperkuat pandangan para pejabat keamanan China seperti Chen.

”Rencana beberapa kekuatan Barat yang bermusuhan untuk memecah belah kita meningkat. Mereka juga mengibarkan bendera membela hak asasi manusia untuk mencampuri konflik dalam negeri dan menciptakan segala jenis insiden,” kata Chen pada majalah itu.

”Insiden massa terus terjadi,” kata Chen, menggunakan eufemisme Partai Komunis untuk protes, kerusuhan, pemogokan, dan petisi massal.

Untuk menghadapi kekhawatiran-kekhawatiran semacam itu, para pemimpin China mendorong langkah keamanan yang lebih keras yang mereka lakukan pada akhir pekan lalu. Ketika itu polisi memadamkan upaya-upaya untuk meniru protes jalanan ”Revolusi Melati” yang telah berkembang di seluruh Timur Tengah.

Chen mengatakan, pemerintah sedang mengasah kebijakan-kebijakan untuk meredakan dan memadamkan kerusuhan dan kejahatan. Kebijakan-kebijakan itu antara lain lebih banyak pemantauan pada warga untuk memotong ancaman pada saat masih kuncup.

Juru Bicara Kementerian Luar Negeri China Ma Zhaoxu kemarin menolak menjawab pertanyaan mengenai imbauan melalui internet baru-baru ini untuk melakukan protes demokrasi model Timur Tengah di China. Alih-alih menjawab, ia mengatakan sebagian besar orang China mempunyai keinginan akan stabilitas politik.

Ketika ditanya oleh seorang wartawan mengenai imbauan di internet itu, Ma mengatakan topik itu tidak cocok untuknya karena tidak ada hubungannya dengan hubungan luar negeri. Dia kemudian menambahkan bahwa sebagian besar orang China mendukung jalur pembangunan negara itu dari 30 tahun terakhir. (Reuters/AP/AFP/DI)

(Sumber: Kompas, Rabu, 23 Februari 2011)

 

Post a comment or leave a trackback: Trackback URL.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: