Protes Model Timur Tengah Diberangus

AP PHOTO/EUGENE HOSHIKO

Seorang pejabat polisi (kanan) meminta orang-orang bubar saat mereka berkerumun di depan sebuah bioskop yang rencananya akan menjadi tempat aksi protes di Shanghai, China, Minggu (20/2). Otoritas China menanggapi serius seruan misterius akan Revolusi Melati, terinspirasi aksi massa di Timur Tengah.

Beijing, Senin – Pejabat keamanan dalam negeri China menyatakan, negeri itu harus mencari cara-cara baru untuk meredakan kerusuhan. Hal ini menegaskan kekhawatiran Beijing soal kendali massa setelah polisi memadamkan upaya untuk mengadakan demonstrasi yang diilhami berbagai pemberontakan di Timur Tengah.

Seorang pejabat Kementerian Luar Negeri secara terpisah mempersalahkan kerusuhan politik yang melanda Timur Tengah karena pertumbuhan yang terlalu lambat dan terhalangnya upaya reformasi.

Zhou Yongkang, pejabat tinggi keamanan Partai Komunis, kepada kader partai mengatakan, mereka harus ”beradaptasi dengan tren-tren baru dalam perkembangan ekonomi dan sosial”, seperti dilaporkan surat kabar resmi pemerintah dan harian polisi China, Senin (21/2).

”Berusahalah untuk meredakan konflik dan pertikaian sejak tahap awal,” katanya dalam sebuah pertemuan resmi, Minggu.

Akhir pekan lalu, polisi dan badan sensor China memperlihatkan, Partai Komunis tak perlu khawatir terhadap demonstran yang berharap meniru kerusuhan yang telah menggulingkan Presiden Mesir Hosni Mubarak. Demonstrasi antipemerintah serupa kini tengah mengancam orang kuat Libya, Moammar Khadafy.

Polisi membubarkan puluhan orang yang berkumpul di pusat kota Beijing dan Shanghai hari Minggu setelah tersebarnya imbauan melalui situs web orang China di perantauan yang mendesakkan demonstrasi model ”Revolusi Melati”. Ternyata, jumlah polisi dan wartawan asing melebihi calon peserta dan orang-orang lewat yang ingin tahu apa yang terjadi.

Pada hari Senin tidak ada tanda-tanda protes di Beijing. ”Saya rasa ini tidak pernah menjadi sebuah rencana serius. Ini lebih merupakan suatu pertunjukan,” kata Cui Weiping, seorang cendekiawan di Beijing.

Cui mengatakan, dia tak diperbolehkan keluar oleh pihak berwenang pada hari itu. ”Padahal, saya tak terlibat apa pun. Mereka tampaknya memberlakukan hal itu kepada siapa pun,” katanya.

Pejabat senior perencanaan kebijakan Kemlu China mengatakan, kerusuhan Timur Tengah muncul dari kegagalan negara-negara itu untuk tumbuh dan beradaptasi cukup cepat.

”Saya rasa negara-negara itu mungkin tak mampu menyesuaikan diri dengan perkembangan keadaan dalam sistem sosial dan ekonomi mereka,” katanya. ”Beberapa negara perkembangan ekonominya relatif lambat.”

Ini bukan merupakan kekhawatiran bagi China, yang pertumbuhan ekonominya tahun lalu mencapai 10,3 persen. Kosakata bahasa China untuk ”melati” dan ”revolusi melati” hingga Senin masih diblokir dalam situs pencarian internet.

(Reuters/AP/DI)

(Sumber:Kompas, Selasa, 22 Februari 2011)

Post a comment or leave a trackback: Trackback URL.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: