Chatib Basri : Ekonomi Cina Rawan Gelembung Harga

TEMPO Interaktif, Jakarta – Ekonom dari Universitas Indonesia Chatib Basri mengatakan perekonomian Cina yang tumbuh hingga 10,3 persen tahun lalu berpotensi menimbulkan ‘gelembung harga’ yang mendongkrak inflasi.

Gejala memanasnya perekonomian Cina saat ini, kata dia ketika dihubungi hari ini, tecermin dari harga-harga barang yang semakin tinggi sehingga mendorong percepatan laju inflasi.

“Kekhawatiran inflasi tidak hanya di Cina, tapi juga di negara-negara Asia lainnya karena pengaruh tingginya harga pangan dunia,” tuturnya.

Meskipun terbuka peluang terjadinya ‘gelembung harga’ dan inflasi, Chatib menilai pertumbuhan Cina kali ini sebenarnya bukan yang tertinggi. Cina pernah mencatat pertumbuhan ekonomi 12 persen dan memang tak pernah di bawah 9 persen.

“Hanya waktu krisis dunia saja pertumbuhan Cina 9 persen,” katanya. Pertumbuhan ekonomi Negeri Tirai Bambu banyak didukung oleh ekspor, konsumsi dalam negeri, dan investasi di sektor properti.

Ekonom Standard Chartered Fauzi Ichsan mengimbuhkan, kekhawatiran atas laju inflasi telah memaksa bank sentral Cina menaikkan suku bunga acuannya dalam waktu singkat.

Kenaikan itu tidak bagus karena membatasi laju perekonomian Cina dan menekan pasar finansial Asia. Dengan naiknya suku bunga, investor akan lebih senang menyimpan uangnya di deposito daripada di pasar modal.

“Kondisi ini diperkirakan berlangsung hingga enam bulan ke depan,” ucapnya.

ROSALINA

(Sumber: Tem;poInteraktif, Kamis, 20 Januari 2011)

 

Post a comment or leave a trackback: Trackback URL.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: